MNEWSKALTIM.COM, PASER — SMK Negeri 3 Tanah Grogot menggelar pelatihan dasar jurnalistik yang berlangsung di Laboratorium Komputer pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi yang memiliki minat dalam dunia kepenulisan dan media.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai materi dasar jurnalistik, mulai dari cara mencari dan menentukan ide berita, memahami unsur 5W+1H, teknik wawancara, hingga praktik penulisan dan penyuntingan naskah berita.
Penanggung jawab kegiatan, Budhi Ikhsan Nugraha, menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini merupakan bagian dari rangkaian SMK Negeri 3 Talent Fest 2025 yang berlangsung pada 12–27 November.
Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang, termasuk literasi dan komunikasi.
“Jurnalistik menjadi salah satu kegiatan penting karena melatih siswa berpikir kritis dan mampu menyajikan informasi secara benar,” ujarnya.
Pelatihan ini, lanjutnya bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan literasi, melatih keberanian berkomunikasi, serta membekali siswa dengan keterampilan jurnalistik yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang.
“Sekolah berharap lahirnya lebih banyak karya jurnalistik siswa serta terbentuknya karakter komunikatif, kritis, dan kreatif di kalangan peserta didik,” ucapnya.
Pemateri dari MNewsKaltim.com, Suharno Prihandoko dalam pemaparannya mengajak peserta mengenali apa yang membuat sebuah informasi layak dijadikan berita. Kriteria seperti aktual, kedekatan dengan audiens, skala dampak, tokoh, tren, hingga sisi human interest menjadi pertimbangan utama dalam seleksi isu.
“Materi ini membantu siswa memahami bahwa tidak semua informasi dapat langsung disebut berita,” ucapnya.
Selain teori, siswa juga belajar tahapan produksi berita, mulai dari mencari ide, riset, reportase, wawancara, menyusun angle, menulis, hingga menyunting.
Peserta diberikan arahan teknis mengenai cara mengidentifikasi narasumber yang kredibel, menyiapkan pertanyaan berdasarkan 5W+1H, melakukan observasi lapangan, dan menyusun kerangka berita agar fokus.
Pelatihan dikemas secara interaktif agar siswa dapat langsung mempraktikkan materi yang diberikan. Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab mengenai praktik liputan, etika publikasi, serta tips menulis berita yang menarik dan faktual.






