
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Hingga awal Maret ini, keberadaan minyak goreng dengan harga subsidi di Kabupaten Paser, baik di toko retail atau pasar masih sulit didapatkan.
Kalaupun ada, stok dipastikan hanya sedikit dan memaksa masyarakat antre berjam-jam untuk sekedar mendapatkan seliter atau dua liter minyak goreng.
Seperti pengakuan salah seorang karyawan toko retail di Kelurahan Tanah Grogot. Dia berujar setiap kedatangan truk barang, kuota untuk minyak goreng yang diberikan terbatas.
“Untuk saat ini, setiap pengantaran hanya di jatah 80 bungkus minyak goreng kemasan isi dua liter,”
Karyawan Toko RETAIL, senin (7/3/2022)
Dia mengaku, bahkan setiap stok minyak datang, karyawan toko harus ekstra berjaga agar tidak menimbulkan kerumunan, terlebih masih suasana pandemi Covid-19.
“Agar warga tertib membeli minyak goreng, kami minta mereka agar antre dan tidak bergerombol di depan pintu masuk toko,” jelasnya.
Baca Juga :
- Stok Beras Aman, Bulog Tanjungpinang Pastikan Kebutuhan Pulau Terluar Terpenuhi
- Pemerintah Tahan Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Beri Insentif PPN untuk Kelas Ekonomi
- Bangunan Tanpa Izin Jadi Sorotan, Pemkab Paser Perkuat Pengawasan
- Dampak BBM Naik Mulai Terasa, ASN Diminta Lebih Bijak Kelola Pengeluaran
- DPR RI Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang, Penantian 22 Tahun Berakhir
Sementara, salah satu warga yang membeli minyak goreng, Farida mengaku sudah menunggu hampir satu jam lebih, mulai dari barang dikeluarkan dari truk.
“Sebelum truk datang, sudah banyak juga yang datang nungguin minyak goreng, apalagi dikasih tau kalau terbatas,” ucapnya.
Farida menambahkan kalau dirinya hanya menggunakan minyak goreng untuk keperluan memasak sehari-hari.
“Kalau beli diluar harganya lumayan mahal, apalagi beberapa kebutuhan sehari-hari juga naik, jadi harus cari yang lebih murah,” ungkapnya. (rh)






