
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Petangis Kecamatan Batu Engau Kabupaten Paser meraup cuan hingga Rp 10 juta dalam sekali panen.
Keuntungan itu diperoleh para petani dari pembudidayaan ternak lebah yang menghasilkan madu kelulut pada areal seluas 500 meter persegi.
“Usaha ini dijalankan 3 kelompok tani yakni Tani Hutan Anggrek Bura, Hafizh Grup, dan Kelompok Wanita sejak Mei 2021 lalu,”
Sekretaris Desa Petangis, Zulvian Pratama, Jumat (4/3/2022)
Zulvian menjelaskan, keuntungan madu kelulut diakui bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar bisa terlindung di tengah pandemi Covid-19.
“Konsumen madu ini berasal dari semua kalangan, mulai masyarakat biasa hingga anggota dewan karena bisa meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan bahkan petani terkadang bisa kewalahan memenuhi kebutuhan konsumen pelanggan madu kelulut Desa Petangis.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Gapoktan yang membudidayakan madu kelulut ini, lanjutnya, dibawah pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser.
“Modal awal dibantu DLH Paser sebanyak 250 wadah kelulut atau toping, dan selanjutnya ada bantuan bergulir,” terangnya.
Hingga saat ini, toping yang miliki Gapoktan berjumlah 350 buah yang mampu menghasilkan 20 liter madu kelulut.
“Bahkan apabila ada konsumen mau merasakan sensasi menyedot langsung madu dari wadahnya, bisa datang ke peternakan,” kata Zulvian. (sas/rh)






