
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Ketua Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Kaltim Abrianto Amin mengatakan Kabupaten Paser memiliki sektor perikanan yang menjanjikan.
Terlebih Paser memiliki luas lautan 20,50 persen atau sekitar 11.603,94 kilometer persegi menjadikan peluang pengembangan sektor ini harus digenjot, termasuk produk olahan perikanan.
“Seharusnya Kabupaten Paser sudah memulai menjajaki peluang ekspor hasil produk olahan perikanan,”
Ketua HAPPI, Kaltim Abrianto Amin
Menurutnya, kedepan Paser harus menetapkan kawasan tangkap nelayan atau Fishing Ground sehingga memudahkan nelayan menjangkau posisi ikan.
“Penataan yang lebih detail di bidang usaha sektor perikanan tangkap harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” ucapnya.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Bila ingin meningkatkan sektor perikanan, lanjutnya, diperlukan pembangunan dan pengembangan sarana prasarana kelautan dan perikanan secara terintegrasi dan memadai.
“Selain itu perlu penguatan SDM dan kelembagaan agar kapasitas dan kompetensi menjadi lebih baik,” jelasnya.
Dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, kata Abrianto, kebutuhan dan konsumsi sektor perikanan juga diprediksi akan meningkat.
“Kawasan tangkap ikan di Paser dari Tanjung Aru sampai Muara Telake yang sangat luas bisa menjadi pemasok kebutuhan sektor perikanan bagi IKN,” kata Abrianto Amin.
Dia meminta, para pemangku kepentingan bisa duduk bersama, serta berbagi peran dan fungsi dalam mengimplementasikan kebijakan sektor perikanan.
“Ini akan menjadi mudah apabila dikerjakan scara bekerja sama dengan berbagi eleman,” pungkasnya. (rh)






