
MNEWSKALTIM.COM,PASER – Ikatan Remaja Masjid Agung Nurul Falah (IR-MANF) Paser menggelar Seminar Remaja yang berlangsung di Aula Masjid Agung Nurul Falah, Jumat (26/7/2024).
Dalam seminar itu menghadirkan narasumber yakni Direktur Binsik Paser Muchamad Rifai Rodi biasa disapa Zidan dan A. Effendy yang merupakan Akademisi atau Dosen Stit Ibnu Rusyd.
Selain itu, dibuka pula kegiatan Gebyar Muharram 1446 H yang menandai dimulainya berbagai lomba seperti lomba Habsyi jenjang SMA/MA/SMK dan lomba kaligrafi untuk jenjang SD.
Ketua Pelaksana Tajudin Nur mengatakan, ada berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah.
“Pertama, kegiatan seminar remaja dan lomba habsyi untuk jenjang SMA/SMK/MA Se Kabupaten Paser serta lomba kaligrafi bagi anak-anak SD,”
Ketua Pelaksana Tajudin Nur
Dia juga menyebut, lomba dalam memperingati tahun barunumat Islam itu bertujuan untuk memotivasi dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
“Semoga niat baik dengan seminar dan mengikuti lomba nanti menjadi manfaat,” ujarnya.

Sementara, Ketua Masjid Agung Nurul Falah dalam sambutannya yang diwakilkan H. Jalaludin, menyebut para remaja masjid punya peran untuk memakmurkan masjid. Masjid itu terbuka, membuka diri dalam segala bidang.
“Kepengurusan IR-MANF yang belum berusia 1 tahun harus terus belajar dengan menjadikan Masjid sebagai central untuk pemuda untuk menuntut ilmu,” ucapnya.
Baca Juga :
- BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
Lebih lanjut, Jalaludin mengatakan penerus para remaja ini harus memanfaatkan kegiatan seperti ini dengan baik karena semua pasti ada batasnya dan masanya. Yang tua pasti akan digantikan dan itu hukum alam.
“Gagasan dan ide harus dirangkul melalui sekolah yang ada di daerah. Memang memulai itu susah dan memang harus dipaksa, ibaratnya kalau mau menancapkan paku harus dipukul palu,” jelasnya.
Dia juga mengapresiasi keaktifan dan partisipasi pengurus IR-MANF dalam kegiatan keagamaan umat Islam, salah satunya seperti pada gebyar Muharram tahun 1446 H ini.
“Kami berharap walaupun kegiatan seperti ini bukan hanya jd seremonial saja, tetapi mningkatkan pemahaman agama, dengan mengajarkan nilai-nilai Islam dan sejarah penting bulan Muharram,” kata Jalaludin. (dr)






