MNEWSKALTIM.COM, PASER – Proses verifikasi berkas pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama di SMK Negeri 1 Tanah Grogot diwarnai sejumlah kendala teknis yang menghambat proses pendaftaran.
Orang tua siswa diimbau untuk lebih teliti mematangkan persiapan berkas guna mengantisipasi keterlambatan verifikasi, terutama menjelang penutupan jalur afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili prioritas.
Panitia verifikasi SMKN 1 Tanah Grogot mengungkapkan bahwa hambatan terbesar yang paling sering ditemukan di lapangan adalah masalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang belum terinput di sistem, khususnya bagi calon siswa lulusan dari luar Provinsi Kalimantan Timur.
Lantaran data mereka belum terintegrasi di Dapodik lokal, panitia harus melakukan input NISN secara manual satu per satu sebelum siswa bisa melanjutkan pendaftaran.
Selain persoalan NISN, ketidaklengkapan berkas yang diunggah oleh mandiri oleh calon siswa juga menjadi pemicu utama penumpukan antrean verifikasi. Banyaknya dokumen penunjang yang tidak valid membuat panitia terpaksa mengembalikan berkas tersebut kepada pendaftar untuk diperbaiki, yang pada akhirnya memakan waktu lebih lama.
“Setiap tahun kami menurunkan 25 sampai 30 personel panitia, dan itu pun masih kewalahan. Berkas-berkas yang belum valid harus kami kembalikan ke calon siswa untuk dilengkapi. Proses bolak-balik inilah yang membuat durasi verifikasi menjadi lama,” ujar Ketua SMPB SMKN 1 Tanah Grogot Susyani.
Kondisi ini kian krusial mengingat adanya aturan pembatasan waktu akses aplikasi bagi pendaftar. Berdasarkan instruksi Dinas Cabang, siswa hanya diberikan jendela waktu selama 3 jam per hari untuk mengakses aplikasi pendaftaran, yakni dari pukul 10.00 hingga 13.00 WITA.
Selepas jam tersebut, siswa sama sekali tidak bisa mengunggah atau memperbaiki data pada hari yang sama, sementara panitia tetap bekerja melakukan verifikasi data masuk hingga malam hari.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, SMKN 1 Tanah Paser sebenarnya telah menyiagakan posko Helpdesk yang dibantu oleh pengurus OSIS untuk mendampingi orang tua dan siswa yang kesulitan melakukan registrasi.
Menjelang hari terakhir penutupan SPMB tahap satu ini, orang tua siswa sangat disarankan untuk memeriksa kembali keabsahan dokumen utama dan sertifikat prestasi yang akan diunggah, serta memastikan NISN anak sudah terbaca oleh sistem agar tidak kehilangan momentum mendaftar di sekolah tujuan.





