Beranda / MNews Paser / Tanpa Disuntik, Komunitas Profesi Kesehatan Teluk Waru Kenalkan Metode Khitan Modern

Tanpa Disuntik, Komunitas Profesi Kesehatan Teluk Waru Kenalkan Metode Khitan Modern

Komunitas Profesi Kesehatan Teluk Waru dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) saat menggelar Khitan Massal di desa Teluk Waru, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Minggu (9/6/2019).

M-NEWS.ID, Long Ikis – Seiring semakin majunya perkembangan zaman membuat kebutuhan teknik sunat yang modern terus meningkat. Hal tersebut diperkenalkan Komunitas Profesi Kesehatan Teluk Waru dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) saat menggelar Khitan Massal di desa Teluk Waru, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Minggu (9/6/2019).

“Disini kami ingin mensosialisasikan khitan menggunakan Klamp Laser dan obat bius tanpa harus disuntik,” kata Ketua Komunitas Profesi Kesehatan Teluk Waru Said Sarifuddin Assegaf.

Hal tersebut disambut gembira oleh masyarakat Teluk Waru, salah satunya salah satu orang tua anak peserta khitan massal Daeng Sija’. Dia sangat bersyukur lantaran khitan anaknya sudah menggunakan metode modern.

“Khitannya sudah gak pake suntik bius lagi, terus alat pemotongnya juga sudah pakai laser. Jadi anak saya disunat sudah kaya anak yang dikota saja, anak daya juga dikasih celana sunat secara cuma-cuma” ujar Daeng Sija’.

Sementara itu kegiatan khitan massal ini mendapat apresiasi dari pemerintahan desa setempat. Bendahara Desa Teluk Waru, Muhammad Bahrullah menyampaikan bahwa Warga Desa sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut terutama bagi anak yatim dan kaum Dhuafa.

“Warga kami sangat terbantu dengan kegiatan sunatan massal ini. Saat ini kami belum bisa membantu banyak untuk panitia, hanya konsumsi yang nisa kami sediakan. Semoga kedepannya Kami bisa menganggarkan dana bantuan kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat,” ucap Bahrullah.

Dalam kegiatan ini, menurut Ketua Panitia pelaksana, Abdal mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 30 anak yayim dan dhuafa yang berada di desa Teluk Waru dan desa sekitar.

Adapun pelaksana kegiatan khitan massal tersebut ditangani oleh 11 perawat, 2 bidan, 2 apoteker dan 1 analis kesehatan yang seluruhnya merupakan putra putri dearah tersebut. (aia)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *