M-NEWS.ID, SAMARINDA – Jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan – Samarinda (Balsam) telah resmi dibuka untuk umum pada Selasa, (17/12/2019).
Jalan tol pertama yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) sampai saat diresmikan oleh Presiden Rupublik Indonesia (RI) Joko Widodo, belum memiliki nama resmi yang akan disematkan selayaknya jalan Tol di pulau Jawa yang begitu ikonik.
Kabarnya, sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda Kaltim mengusulkan nama mantan gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sebagai nama jalan Tol Samarinda – Samboja – Balikpapan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud berikan tanggapannya terkait kabar tersebut. Jumat, (20/12/2019), saat ditemui setelah rapat penyampaian hasil reses di Gedung D, DPRD Kaltim, Samarinda.

Menurut Hasanuddin Mas’ud, penamaan jalan, nama bandara dan pelabuhan tidak cocok bagi orang yang masih hidup.
“Ya carilah, misalnya jalan Mulawarman yang sudah tidak ada lah pokoknya, bisa juga jalan Awang Long, saya pikir yang memorial lah mengingat perjuangan mereka, bukan orang yang masih hidup,” ujarnya.
Sambungnya, saya tidak setuju jika nama jalan Tol adalah Awang Faroek Ishak. Terkait usulan nama Hasanuddin tidak ingin menyebutkan nama apa yang cocok untuk jalan Tol.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim itu menyarankan, terkait usulan nama jalan Tol Samarinda – Balikpapan adalah nama orang – orang yang berjasa terhadap negara atau daerah Kaltim, agar dapat dikenang dengan menyebutkan namanya. (dik)






