
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Jembatan gantung yang merupakan penghubung antara Desa Pepara Kecamatan Tanah Grogot dengan Desa Pembencengan Kecamatan Paser Belengkong Kabupaten Paser putus pada Minggu (13/9/2020).
Anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Paser, Putu Budhi mengatakan jembatan yang terletak diatas Sungai Kandilo itu putus pada sekitar pukul 15.30 Wita.
“Saat itu ada balapan perahu atau Ketinting di sungai Kandilo dan banyak orang yang sedang menonton dari atas jembatan,”
Anggota Pusdalops BPBD Paser, Putu Budhi
Dia menambahkan, jembatan gantung sepanjang 120 meter itu diduga tidak mampu menahan beban para penonton balap ketinting dan akhirnya putus.
“Sebelum jembatan putus banyak pula kendaran yang lewat dan memakirkan sepeda motor di atas jembatan,” ucapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Umur jembatan yang sudah tua, lanjutnya, juga sementara diduga menjadi penyebab putusnya jembatan gantung yang dibangun pada tahun 1995. Apalagi sebelumnya Jembatan gantung tersebut pernah mengalami kejadian dua kali putus.
“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Saat ini BPBD memasang rambu di sungai agar yang lewat baik siang atau malam hari agar berhati-hati,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun MNEWSKALTIM.COM, pasca insiden putusnya jembatan gantung, lokasi sekitar jembatan telah diberi garis polisi dan walaupun tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga yang berada dilokasi tersebut mengalami luka ringan. (drn)






