
MNEWSKALTIM.COM, SULUT – BMKG melaporkan gempa pada magnitudo 7,0 serta berada 132 km timur laut Melonguane, Sulawesi Utara. Gempa yang terjadi Kamis (21/1/2021), sekitar pukul 19.23 WIB mengguncang Kepulauan Talaud.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya (21/1/2021), menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
“Gempa dengan M7,1 dan berpusat pada 134 km timur laut Melonguane serta kedalaman 154 km tidak berpotensi tsunami,”
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno
Lebih lanjut, Prayitno mengatakan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan pemutakhiran gempa M7,0 dan pusat gempa berada di laut atau 132 km arah timur laut Kota Melonguane, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.
“Hingga hari Kamis, 21 Januari 2021, pukul 19.39 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ujar Prayitno dalam rilisnya.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault),” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama 3 detik dan sempat membuat kepanikan warga.
Disebutkan juga kondisi di Kepulauan Talaud sekarang ini tidak ada penerangan atau lampu mati serta kesulitan jaringan komunikasi. (*/rdk)






