
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser drh Boy Susanto mengatakan Pemkab Paser merencanakan membangun empat tower di wilayah blank spot.
Dua tower besar yang nantinya berfungsi membuka keterbatasan akses komunikasi dan internet ini akan dibangun di Desa Muara Payang dan Segendang.
“Sedangkan direncanakan akan ada dua tower kecil di Desa Long Sayo dan Muara Toyu yang berfungsi sebagai tower penunjang,”
Plt Kepala DKISP Paser drh Boy Susanto
Menurutnya, dari total 139 desa di Kabupaten Paser, ada enam desa yang masih termasuk dalam area blank spot. Diantaranya Desa Swan Slutung dan Desa Long Sayo di Kecamatan Muara Komam.
Kemudian ada Desa Segendang Kecamatan Batu Engau, Desa Muara Telake dan Desa di Kecamatan Long Kali, Serta Desa Rantau Layung Kecamatan Batu Sopang.
“Bila ada dukungan angggaran, maka persoalan di enam desa itu akan menjadi prioritas dituntaskan,” kata Boy.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Paser Syarifah Masitah Assegaf saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke DKISP, Selasa (30/03/2021) lalu mengatakan kedatanganya ke DKISP itu untuk mengetahui sejauh mana upaya mengatasi persoalan blank spot atau wilayah yang tidak memiliki jaringan internet.
Masitah menyebut, DKISP Paser membutuhkan alokasi dana sebesar Rp10 Miliar untuk membangun dua tower besar dan dua tower kecil.
“Kedepan kita berharap semoga anggaran pembangunan empat tower bisa diakomodir dan segera direalisasikan untuk menunjang pembangunan Kabupaten Paser,” kata Wabup Masitah. (adv)






