
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mencopot jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser Heriansyah Idris pasca insiden penganiayaan oleh oknum Satgas Penanganan Covid-19 pada Rabu (18/8/2021) malam.
Pencopotan itu disampaikan Bupati Paser di dampingi Wakil Bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf usai menghadiri paripurna di Gedung Baling Seleloi DPRD Paser, Senin (30/8/2021).
“Sanksi bagi oknum tetap ada. Salah satunya pencopotan Pak Heriansyah sebagai Kepala Satpol PP,”
Bupati Paser dr Fahmi Fadli
Fahmi menegaskan, dirinya sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Paser selama ini tidak pernah menginstruksikan langkah penegakan protokol kesehatan dengan cara kekerasan.
“Kami selaku ketua Satgas Covid-19, tentunya tidak pernah mengarahkan dalam pelaksanaan operasi yustisi dilakukan kekerasan. Itu tidak ada,” tegasnya.
Dia juga menyebut, persoalan dugaan penganiayaan tidak sampai dalam ranah hukum. Hal ini dikarenakan adanya pembicaraan di internal antara pemerintah daerah dengan pihak keluarga korban untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai.
“Alhamdulillah, diselesaikan secara damai. Namun meskipun ada perdamaian, sanksi bagi oknum penganiayaan tetap diberikan,” ucapnya.
Baca Juga :
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
Peristiwa bermula ketika terjadi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh petugas Satgas Covid-19 saat operasi yustisi terjadi di area Siring Kandilo, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Rabu (18/8/2021) malam.
Dalam video berdurasi singkat yang dibagikan di media sosial dan perpesanan WhatsApp, seseorang pedagang buah di Siring Kandilo tampak mendapatkan penganiayaan dari oknum Satgas.
Diketahui pria tersebut bernama Aat Sofian (21). Aat yang saat itu tengah melintas di lokasi operasi yustisi hanya ingin memarkir kendaraannya usai mengantar buah-buahan. (*/rih)






