MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Sejumlah relawan yang tergabung dalam Aliansi Paser Untuk Umat (Alpukat) Kabupaten Paser turut membagikan 1000 masker gratis untuk masyarakat Kabupaten Paser, Minggu (12/4/2020) sore.
Kegiatan pembagian masker ini menyasar pengendara roda empat maupun roda dua yang melintas di jalan raya depan Mesjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot.
Koordinator Alpukat dr Ahmad Hadiwijaya, Sp. A mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Paser.
“Penggunaan masker sangat penting, selain melindungi bagi pribadi yang memakai, juga dapat melindungi orang lain yang ada disekitarnya,” kata dr Ahmad Hadiwijaya, Sp. A.
Pria yang juga akrab disapa dr Hadi ini mengimbau masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
“Selain menggunakan masker, harapannya masyarakat tetap dirumah menerapkan social distancing, physical distancing dan sesering mungkin mencuci tangan,” ucapnya.
Selain program 1000 masker yang akan terus berlanjut, dr Hadi menjelaskan Alpukat ditengah pandemi ini juga memiliki program lain seperti edukasi ke masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19.
“Termasuk juga program program pembagian Alat Pelindung Diri untuk beberapa fasilitas kesehatan, penyemprotan disinfektan serta penyediaan tempat cuci tangan ditempat umum,” ungkapnya.
Dia mengaku relawan Alpukat ini akan terus bekerja membantu pemerintah dalam melawan wabah Covid-19 yang saat ini trend kasus positifnya di Indonesia masih terus naik.
Diketahui, para relawan Alpukat sendiri terbentuk dari berbagai elemen seperti dari mesjid-mesjid, instansi pemerintah, kepolisian dan tenaga medis yang saat ini berjumlah sekitar 40 orang. (rhn)






