
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Pemerintah mengumumkan pembayaran gaji ke-13 tetap dilakukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri dan pensiunan. Pembayaran akan dilakukan pada Agustus 2020.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembayaran tersebut tetap dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dalam menghadapi Pandemi COVID-19.
“Pemerintah menganggap pelaksanaan gaji ke-13 sama seperti THR (Tunjangan Hari Raya) untuk jadi bagian dari stimulus ekonomi,”
Sri mulyani saat konferensi pers, Selasa, (21/7/2020)
Adapun total anggaran yang disiapkan untuk pembayaran gaji ke-13, dikatakannya mencapai Rp28,5 triliun. Terdiri dari yang bersumber dari APBN Rp14,6 triliun dan APBD Rp13,89 triliun.
Jika dirincikan lebih jauh, untuk yang berasal dari APBN diperuntukan bagi gaji dan tunjangan yang melekat dengan gaji bagi Aparatus Sipil Negara di pemerintah pusat sebesar Rp6,73 triliun sedangkan pensiunan Rp7,89 triliun.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
“Pembayaran direncanakan pada Agustus 2020 dan untuk pelaksanaan ini kita akan segera mengeluarkan revisi dari regulasi-regulasi yang ada,” ungkapnya.
Dia menjamin, aturan yang akan menjadi payung hukum pencairan gaji ke-13 tersebut akan bisa rampung pada 1 atau 2 minggu ini. Regulasi akan dikoordinasikan dengan Deskripsi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (viva)






