
MNEWSKALTIM.COM, SULUT – Banjir Kota Manado yang terjadi pada Jumat (22/1/2021), pukul 12.00 WITA, berdampak pada kerugian korban dan harta benda. Peristiwa ini melanda delapan kecamatan, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Manado melaporkan delapan kecamatan terdampak banjir yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil.
“Banjir berdampak pada jatuhnya korban meninggal dunia sebanyak 2 orang, luka berat 1 dan luka ringan 1,”
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati
Banjir yang membuat lebih dari 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, lanjutnya, juga berdampak pada kerugian material.
“Ada rumah rusak berat sebanyak 10 unit dan rusak sedang 3. Fasilitas publik lain yang terdampak, sekolah dasar 20 unit, SMP 7 unit,” jelasnya.
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dia menambahkan, banjir yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi hingga daerah aliran sungai Sawangan dan Tondano meluap saat ini telah surut. Jaringan listrik dan telepon selular operator tertentu telah kembali normal.
Diketahui, dalam kurun waktu 10 tahun, Kota Manado sering dilanda banjir yang meluas, seperti pada tahun 2014 hingga 2020. Periode tersebut, banjir 2014 menjadi yang paling buruk. Saat itu, hujan deras memicu debit air empat sungai besar meluap. Peristiwa pada 15 Januari 2014, pukul 19.00 waktu setempat, menewaskan 25 warga dan 1 lainnya hilang. Sedangkan kerugian material, sebanyak 829 rumah mengalami kerusakan. (*/rdk)






