
MNEWSKALTIM.COM, JAWA BARAT – Polda Jabar mengamankan 12 orang anggota polisi karena diduga menggunakan narkoba jenis sabu. Dari 12 orang Polisi tersebut, satu di antaranya merupakan Kapolsek Astanaanyar, Badung, Kompol Yuni Purwanti.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, belasan oknum Polisi tersebut saat ini di Propam Polda Jabar dan Mabes Polri.
“Polda Jabar memastikan akan menindaklanjuti Polri yang terbukti. Sekarang yang jelas masih dilakukan pendalaman oleh Propam Polda Jabar. Pimpinan komitmen Polda Jabar diinformasikan yang melanggar masalah narkoba itu akan ditindak dengan tegas dan sangat keras,”
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago, Rabu (17/2/2021)
Kini, jabatan Kompol Yuni sebagai Kapolsek Astanaanyar harus berakhir setelah Polda Jawa Barat mencopotnya. Kompol Yuni sempat berkiprah dalam posisi penting di lingkungan Polda Jabar, kemudian ia sempat menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Bogor Kota.
Kompol Yuni Purwanti sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Bogor pada 2016. Saat itu, Yuni masih berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Selama menjadi pimpinan di Satres Narkoba Polres Bogor Kota, Kompol Yuni bersama anggotanya beberapa kali membongkar kasus narkoba dengan barang bukti cukup besar.
Bahkan aksi Kompol Yuni saat beraksi memberantas narkoba juga pernah diliput oleh program salah satu televisi swasta nasional .
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri menyebut Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi (YP) telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar.
“Jadi ada dua pilihannya, dipecat atau dipidanakan. Jadi sangat jelas sekali tindakan kami terhadap anggota yang melakukan pelanggaran, Ya bisa dua-duanya, tergantung kesalahannya nanti,” kata Ahmad Dofiri di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Kamis (18/2/2021).
Menurutnya hal tersebut diterapkan sebagai wujud keseriusannya dalam menindak siapa pun anggotanya yang melakukan pelanggaran, termasuk polisi wanita berpangkat perwira menengah tersebut. (era)






