
MNEWSKALTIM.COM, SAMARINDA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk memulihkan kelistrikan sistem Mahakam yang menyebabkan seluruh wilayah di Kaltim padam.
Ada sekitar 7 Kabupaten/Kota yang masuk dalam kelistrikan sistem Mahakam mulai Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang dan Kutai Timur.
GM PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto mengatakan penyebabnya blackout nya kelistrikan Kaltim disebabkan gangguan sistem di saluran udara tegangan tinggi jalur Tangkawang-Embalut.
Baca Juga :
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
- DPRD Paser Siapkan Payung Hukum Fasilitasi Pesantren, Pansus II Mulai Serap Masukan
- DPRD Paser Soroti Kabel Menjuntai hingga Fasilitas Rusak di Hutan Kota Tanah Grogot
Gardu Induk Embalut diketahui terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Hal ini menyebabkan seluruh mesin pembangkit milik PLN yang terkoneksi ke Sistem Mahakam harus mengalami shutdown.
PLN pun hanya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dapat merespon cepat suplai listrik pasca shutdown.
“Untuk PLTU membutuhkan waktu 6-8 jam untuk kembali ke sistem Mahakam untuk menyuplai listrik ke pelanggan,”
GM PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto
Menurutnya, kemampuan pembangkit PLTG dan PLTD hanya mampu memasok setengah dari kebutuhan keseluruhan beban daya di Kaltim yakni 525 MW.
“Kedua pembangkit ini hanya mampu memasok 250 MW, sedangkan beban kebutuhan keseluruhan 525 MW dan ini yang di
Diketahui ada tiga unit PLTU yang dioperasikan PLN Kaltimra, yaitu PLTU Teluk Balikpapan dengan daya 2×100 Megawatt (MW), PLTU Bontang dengan daya 2×30 MW, dan PLTU Tanjung Batu dengan daya 2×110 MW. (*/rdk)






