
MNEWSKALTIM.COM, SAMARINDA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk memulihkan kelistrikan sistem Mahakam yang menyebabkan seluruh wilayah di Kaltim padam.
Ada sekitar 7 Kabupaten/Kota yang masuk dalam kelistrikan sistem Mahakam mulai Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang dan Kutai Timur.
GM PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto mengatakan penyebabnya blackout nya kelistrikan Kaltim disebabkan gangguan sistem di saluran udara tegangan tinggi jalur Tangkawang-Embalut.
Baca Juga :
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
Gardu Induk Embalut diketahui terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Hal ini menyebabkan seluruh mesin pembangkit milik PLN yang terkoneksi ke Sistem Mahakam harus mengalami shutdown.
PLN pun hanya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dapat merespon cepat suplai listrik pasca shutdown.
“Untuk PLTU membutuhkan waktu 6-8 jam untuk kembali ke sistem Mahakam untuk menyuplai listrik ke pelanggan,”
GM PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto
Menurutnya, kemampuan pembangkit PLTG dan PLTD hanya mampu memasok setengah dari kebutuhan keseluruhan beban daya di Kaltim yakni 525 MW.
“Kedua pembangkit ini hanya mampu memasok 250 MW, sedangkan beban kebutuhan keseluruhan 525 MW dan ini yang di
Diketahui ada tiga unit PLTU yang dioperasikan PLN Kaltimra, yaitu PLTU Teluk Balikpapan dengan daya 2×100 Megawatt (MW), PLTU Bontang dengan daya 2×30 MW, dan PLTU Tanjung Batu dengan daya 2×110 MW. (*/rdk)






