
MNEWSKALTIM.COM, SAMARINDA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk memulihkan kelistrikan sistem Mahakam yang menyebabkan seluruh wilayah di Kaltim padam.
Ada sekitar 7 Kabupaten/Kota yang masuk dalam kelistrikan sistem Mahakam mulai Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang dan Kutai Timur.
GM PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto mengatakan penyebabnya blackout nya kelistrikan Kaltim disebabkan gangguan sistem di saluran udara tegangan tinggi jalur Tangkawang-Embalut.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Gardu Induk Embalut diketahui terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Hal ini menyebabkan seluruh mesin pembangkit milik PLN yang terkoneksi ke Sistem Mahakam harus mengalami shutdown.
PLN pun hanya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dapat merespon cepat suplai listrik pasca shutdown.
“Untuk PLTU membutuhkan waktu 6-8 jam untuk kembali ke sistem Mahakam untuk menyuplai listrik ke pelanggan,”
GM PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto
Menurutnya, kemampuan pembangkit PLTG dan PLTD hanya mampu memasok setengah dari kebutuhan keseluruhan beban daya di Kaltim yakni 525 MW.
“Kedua pembangkit ini hanya mampu memasok 250 MW, sedangkan beban kebutuhan keseluruhan 525 MW dan ini yang di
Diketahui ada tiga unit PLTU yang dioperasikan PLN Kaltimra, yaitu PLTU Teluk Balikpapan dengan daya 2×100 Megawatt (MW), PLTU Bontang dengan daya 2×30 MW, dan PLTU Tanjung Batu dengan daya 2×110 MW. (*/rdk)






