
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Satgas Covid 19 melakukan swab antigen massal kepada seluruh pegawai baik ASN maupun PTT dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Rabu (7/7/2021).
Hal ini dilakukan sebagai upaya tracing dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilingkungan Pemkab Paser, setelah sebelumnya diketahui ada beberapa pegawai yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.
Asisten Administrasi Umum Arief Rahman mengatakan swab massal ini dilakukan karena Sekretariat Daerah adalah instansi yang memiliki intensitasnya dan interaksi yang cukup, termasuk dengan publik.
“Setidaknya bisa mengetahui jika ada ASN atau PTT yang terpapar sekaligus menjadi informasi dasar untuk menekan angka penyebaran Covid 19 di Kabupaten Paser,”
Asisten Administrasi Umum Arief Rahman
Kepala Subbagian Komunikasi Pimpinan Setda Paser Abdul Kadir Sambolangi mengatakan swab antigen antigen dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama sebanyak 25 orang ASN dan PTT pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan menjalani swab antigen
Sedangkan pada hari kedua hari ini di targetkan untuk seluruh pegawai ASN dan PTT di lingkungan sekretariat Pemkab Paser
“Sampai dengan pukul 11.30 wita ada sekitar 150 ASN dan PTT yang hadir mengikuti swab dari sekitar 300 pegawai di sekretariat Pemkab Paser,” kata Abdul Kadir.
Dia menambahkan beberapa pegawai yang telah dinyatakan reaktif memiliki mobilitas yang tinggi dan kontak langsung dengan para pegawai di lingkungan Pemkab Paser.
“Sehingga sebagai langkah antisipasi, Bupati Paser memerintahkan untuk melakukan swab massal di lingkungan sekretariat,”ucapnya.
Baca Juga :
- Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga, IMM Paser Turun Bagikan Masker
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit pada Dinas Kesehatan Paser Amperawati, menegaskan, pegawai yang telah dinyatakan reaktif dan tidak bergejala diminta melakukan isolasi mandiri. Sedangkan pihak puskesmas juga melakukan upaya tracing kepada keluarga pegawai.
“Kami tadi sempat memanggil pihak keluarga mereka dan langsung melakukan tracing dan yang tidak bisa datang kami serahkan ke puskesmas di wilayahnya,” kata Amperawati.
Amperawati menyebut kasus positif Covid-19 di Paser mulai meningkat sehingga masyarakat diimbau untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. (dar)






