
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Kabupaten Paser akan menambahkan kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19. Hal itu dilakukan mengingat keterisian tempat tidur ruang isolasi saat ini telah terisi penuh.
“Saat ini tengah dipersiapkan ruangan tambahan untuk pasien covid-19 dari yang tersedia hanya 47 tempat tidur, akan ditingkatkan jadi 83 tempat tidur,”
Bupati Paser dr Fahmi Fadli
Bupati juga merencanakan perbaikan gedung Pangeran Panji sebagai ruangan tambahan cadangan untuk perawatan pasien isolasi apabila terjadi lonjakan Covid-19.
“Tentunya butuh anggaran untuk perbaikan sehingga nantinya layak untuk ditempati dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.
Selain itu, kata Bupati, yang juga perlu mendapatkan penanganan prioritas yakni perbaikan mesin produksi oksigen milik RSUD Panglima Sebaya mengingat tingginya kebutuhan oksigen di masa pandemi ini.
“Penting juga yang harus ditangani dalam hal ini adalah mesin oksigen untuk menjaga ketersediaan oksigen di rumah sakit,” terangnya.
Baca Juga :
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
- Paser Percepat Pembangunan Venue Porprov VIII 2026
- Porprov VIII Kaltim Dipastikan Digelar 14–27 November 2026, Paser Pasang Target Juara Umum
- Tinjau Paser, Pangdam Mulawarman Pastikan Situasi Kondusif dan Program TNI Berjalan
- Tiga Kursi Strategis Pemkab Paser Terisi, Fahmi Fadli Targetkan Kinerja Lebih Cepat dan Efektif
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Panglima Sebaya dr Nurdiana mengatakan pihaknya berharap mesin oksigen RSUD Panglima Sebaya dapat segera berfungsi kembali sejak rusak pada tahun 2018 lalu.
“Dengan mesin ini, dimana kebutuhan oksigen rumah sakit meningkat dua kali lipat di masa pandemi ini,” ucapnya.
Nurdiana juga menyampaikan, tengah mempersiapkan ruang perawatan isolasi tambahan sehingga dapat manfaatkan secara maksimal.
“Rumah sakit menyiapkan ruang isolasi ketiga dengan menggunakan eks ruang anak. Karena satu ruangan dibagian belakang, dan ruang VIP sudah terisi penuh juga,” ucapnya.
RSUD Panglima Sebaya juga mengusulkan anggaran RP 3,8 Miliar yang diperuntukkan untuk perbaikan mesin oksigen dan perbaikan total gedung perawatan Pangeran Panji yang selama ini tidak dapat digunakan.
“Dari Rp 3,8 Miliar, sekitar Rp 685 juta untuk perbaikan mesin oksigen, sedangkan sisanya untuk perbaikan bangunan dua lantai di Pangeran Panji, kata Nurdiana. (adv)






