
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Hujan lebat yang memicu meluapnya sungai Telake di mengakibatkan permukiman warga di Desa Adang Jaya, Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dikepung banjir.
Banjir tersebut berdampak terhadap 459 jiwa dari 151 Kepala Keluarga (KK). Dari 459 jiwa tersebut sebanyak 15 orang diantaranya terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat, banjir setinggi 100 sentimeter juga merendam sejumlah fasilitas umum.
“Antara lain fasilitas pendidikan SDN 37 Long Ikis, TK Al-Qaromah, Rumah ibadah Masjid Al-Qaromah, fasilitas kesehatan, kantor desa, dan balai desa,”
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (11/10/2021)
Merespon hal ini, BPBD Kabupaten Paser telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kaji cepat dan memberikan penanganan dengan membuat dapur umum untuk para pengungsi dan mendistribusikan logistik kepada warga terdampak.
“Kendala di lapangan, Kondisi air saat ini sedang terjadi pasang surut serta kurangnya alusista berupa perahu karet dan mobil double gardan untuk menjangkau lokasi terdampak serta melakukan evakuasi,” sambung Abdul.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis tentang potensi peringatan dini cuaca wilayah potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Kalimantan Timur pada hari ini (11/10/2021).
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Hal ini disebabkan sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia Barat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik.
Sementara itu, Berdasarkan analisis InaRisk juga terdapat 10 Kecamatan termasuk Kecamatan Long Ikis di Kabupaten Paser memiliki potensi bahaya bencana banjir dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi.
“BNPB menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap ancaman bencana terhadap peralihan musim (pancaroba) yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (*)






