
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Masyarakat Kabupaten Paser kini dengan mudah bisa mengakses pelayanan sedot tinja maupun pengaduan sampah.
Sistem Informasi Pengaduan Sampah dan Gangguan Tentang Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser ini berupa aplikasi SiPaPah GanTeng yang dapat diunduh melalui playstore.
“Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan pengaduan sampah dan gangguan lingkungan untuk masyarakat dan pelaku usaha,”
Plt Kepala DLH Paser Abdul Basyid
Basyid menjelaskan, hal ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan sampah dan pelaporan masalah lingkungan sehingga lebih cepat.
“Kedepan seluruh laporan lingkungan baik yang dilakukan oleh perseorangan maupun perusahaan bisa melalui aplikasi ini,” terangnya.
Dia juga menambahkan, aplikasi tersebut memuat layanan jemputan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan sedot tinja bagi masyarakat serta publikasi dan informasi seputar lingkungan.
“Dalam pelaksanaannya, DLH Paser bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Paser terkait kebersihan lingkungan dan taman,” tembahnya.
Sementara, Inovator aplikasi SiPaPah GanTeng, Hendrik Latif mengatakan munculnya inovasi ini dilatarbelakangi dari tingginya angka pengaduan masyarakat tentang gangguan lingkungan.
“Pengaduan gangguan lingkungan oleh masyarakat mencapai lebih 24 kasus per tahun, serta meningkatkan pengelolaan sampah di Kabupaten Paser,” jelasnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Hendrik menyebut, penanganan persampahan di Kabupaten Paser yang baru mencakup 31,97%. Sementara khusus kota Tana Paser baru mencakup 60,15%.
“Dengan aplikasi ini diharapkan peran serta dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, termasuk bila ada yang ingin mendapatkan layanan sedot tinja,” ucapnya
Selain itu, lanjut dia, DLH Paser juga ingin meningkatkan layanan sedot tinja bagi masyarakat seiring telah beroperasi Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) Janju pada akhir tahun 2020.
Sejak ada Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT), sambungnya, permintaan layanan sedot tinja semakin meningkat.
“Tercatat tahun 2020 ada lebih dari 120 permintaan sedot tinja dan ini bisa meningkat mengingat jumlah MCK di kecamatan Tanah Grogot yang mencapai 20.440 unit,” pungkasnya. (sas)






