
MNEWSKALTIM.COM, KUARO – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mengatakan sudah ada investor yang berminat untuk berinvestasi membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Paser.
Bupatipun tidak mengungkapkan lebih rinci siapa investor yang tertarik tersebut. Namun PKS itu direncanakan akan dibangun di salah satu kecamatan di Kabupaten Paser.
“Kami telah bertemu Investor untuk membangun pabrik kelapa sawit di Kecamatan Long Ikis atau Long Kali,”
Bupati Paser dr Fahmi Fadli di sela peresmian program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kendarom Kecamatan Kuaro, Rabu (17/11/2021)
Diharapkan dengan pembangunan PKS tersebut, lanjutnya, upaya pemerintah daerah meningkatkan perekomian masyarakat, khususnya petani kelapa sawit dapat terwujud.
Hal itu juga didukung dengan penyediaan infrastruktur jalan pedesaan yang dimulai 2022 dengan anggaran Rp 600 miliar yang berasal dari pinjaman Bankaltimtara.
“Kami tidak ingin jika hasil produksi tidak bisa dibawa keluar untuk pemasaran. Untuk itu perbaikan jalan akan segera dilakukan dengan mengunakan metode rigid,” terangnya.
Baca Juga :
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
Pembangunan jalan poros desa dengan rigid, lanjut Bupati, agar petani mampu memaksimalkan penjualan hasil produksi pertanian.
“Kami bertekad dengan pembangunan infrastruktur ini akan membuat pertanian menjadi unggulan di Paser,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam peresmian program PSR, Fahmi menyinggung tentang kondisi dunia teknologi pertanian berkembang pesat dan dinamis sehingga membutuhkan kolaborasi antar stakeholder.
“Perlu keterpaduan yang baik antara kebijakan pemerintah, teori dan praktik di lapangan,” pesannya.

Fahmi juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Paser melalui dinas terkait selalu mendorong program-program berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
“Lahan sawit merupakan aset bagi masyarakat sebagai sumber pendapatan, untuk itu perlu dorongan dan dukungan,” kata Fahmi. (sas/rh)






