
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Sejumlah harga komoditas kebutuhan pangan dan bahan pokok diperkirakan akan terus mengalami kenaikan menjelang perayaan natal dan tahun baru.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Paser pada 17 November 2021, harga komoditas ayam ras di Paser mengalami kenaikan menjadi Rp 60 ribu.
“Kenaikan mencapai Rp15 ribu. Harga ayam ras semula Rp 45 ribu kini naik menjadi Rp 60 ribu per ekor,”
Kepala Disperindakop dan UKM Paser, Hairul Saleh
Meski mengalami kenaikan, Hairul Saleh menjamin ketersediaan komoditas ayam ras hingga akhir tahun ini dipastikan akan tetap aman dan tercukupi.
“Stok tetap aman, karena cukup banyak gerai penjual daging beku dan turunannya,” ucapnya.
Dia juga mengungkapkan, hingga kini Paser masih menggantungkan pemenuhan pasokan ayam ras dari luar daerah, termasuk dari luar provinsi Kaltim.
“Ayam ras di Paser didistribusikan dari Kota Balikpapan dan Banjarmasin, Kalsel,” ungkapnya.
Selain ayam ras, lanjutnya, kenaikam harga juga terjadi lada bahan pokok seperti minyak goreng. Harga minyak gorang kemasan sederhana dan premium naik Rp 3 ribu menjadi Rp 18 ribu ke Rp 19 ribu per liter.
“Sedangkan minyak goreng premium merek Bimoli spesial masih mengalami kelangkaan di pasar,” jelasnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Melonjaknya harga minyak goreng dipicu kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) dan meningkatnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit beberapa bulan terakhir.
Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran jelang perayaan natal dan tahun baru, pihaknya akan membahas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) atau Satuan tugas (Satgas) Pangan.
“Kami akan koordinasi dengan TPID dan Satgas Pangan, termasuk melibatkan Bulog untuk dapat melakukan pasar murah untuk menjaga stabilitas,” kata Hairul. (rh)







