
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Tanah Grogot bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Paser memantau keamanan Rutan menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Kamis (23/12/2020).
Hadir mewakili Bupati Paser, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Romif Erwinadi, Kapolres Paser AKBP Eko Susanto, Dandim 0904/Paser Letkol Inf Ronald Wahyudi, serta perwakilan Kajari Paser.
Karutan Tanah Grogot Doni Handriansyah mengatakan kegiatan pemantauan keamanan bersama Forkopimda Paser sebagai upaya pencegahan dini dari ganguan keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Alhamdulillah dari pantauan keamanan, Rutan Tanah Grogot hingga kini dalam kondisi aman dan kondusif,”
Karutan Tanah Grogot Doni Handriansyah
Doni menyebut, situasi kondusif ini dapat terwujud berkat kolaborasi antar semua stakeholder yang ada di Kabupaten Paser termasuk dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri.
“Terima kasih kepada Bupati Paser, Kapolres Paser dan Dandim 0904 Paser yang telah memberikan dukungan dan perhatian, khususnya terkait keamanan Rutan,” ujarnya.
Kegiatan pemantauan, kata Doni, dengan monitoring blok dan kamar hunian warga binaan untuk melihat lebih dekat situasi dan kondisi di dalam Rutan Tanah Grogot.
“Kami melihat bersama suasana rill di Rutan, dan seperti yang diketahui kondisi Rutan Tanah Grogot saat ini over kapasitas,” ucapnya.
Baca Juga :
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
- DPRD Paser Siapkan Payung Hukum Fasilitasi Pesantren, Pansus II Mulai Serap Masukan
- DPRD Paser Soroti Kabel Menjuntai hingga Fasilitas Rusak di Hutan Kota Tanah Grogot
Menurut Doni, banyak indikator yang mempengaruhi keamanan dan ketertiban, salah satu yang utama adalah faktor over kapasitas sehingga ini secara tidak langsung menjadi tugas bersama.
“Karena semakin tingggi over kapasitas, maka semakin tinggi pula risiko gesekan antara warga binaan,” jelas Doni.
Berdasarkan data, Rutan Tanah Grogot semestinya hanya dihuni 160 warga binaan, namun hingga saat ini diisi sebanyak 715 warga binaan.
“Maka sebagai upaya pencegahan gangguan keamanan di dalam Rutan, kami selalu mengedepankan pendekatan secara humanis kepada warga binaan,” kata Doni. (rh)






