
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk jenjang SMA, SMK, SLB se-Kaltim dipastikan bisa dilaksanakan awal Januari 2022.
Hal ini didasari dengan turunnya Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim tentang pelaksanaan PTM terbatas yang mengacu penyesuaian SKB 4 Menteri dimasa pandemi.
Menyikapi kebijakan itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanah Grogot Roosnanie mengaku siap menggelar PTM terbatas sesuai edaran Disdikbud Kaltim tersebut.
“Berdasarkan surat edaran yang diperbolehkan hanyalah mata pelajaran yang ada praktek, dan kami berusaha untuk memenuhi itu serta harus siap dengan segala peralatannya,”
Kepala Sekolah SMA N 1 Tanah Grogot, Roosnanie, Selasa (4/01/2022)
Namun untuk sementara, pihaknya masih menunggu hasil rapat gabungan kepala sekolah mengenai teknis dan hal lain yang dipersiapkan sebelum dimulainya PTM.
“Hari Rabu besok, akan ada rapat gabungan bersama seluruh Kepsek SMA sederajad untuk membahas ini, jadi kami menunggu hasil rapat itu,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Roosnanie menyebut, selain menunggu hasil rapat gabungan, ada beberapa pertimbangan sehingga SMAN 1 Tanah Grogot belum melaksanakan PTM mulai 4 Januari 2022 sesuai edaran Disdikbud.
Diantaranya belum adanya surat yang ditujukan kepada orang tua siswa mengenai dimulainya PTM. Hal ini agar para siswa dapat mempersiapkan segala perlengkapan sekolahnya mulai dari seragam hingga alat tulis.
“Kami belum ada memberikan surat pemberitahuan kepada orang tua siswa, barangkali ada siswa yang belum memiliki seragam, sehingga para orang tua bisa sempat untuk mempersiapkan keperluan anaknya,” kata Rosnanie. (ms)






