Beranda / MNews Paser / Waspada Varian Omicron, Rumah Sakit Panglima Sebaya Siapkan 90 Tempat Tidur

Waspada Varian Omicron, Rumah Sakit Panglima Sebaya Siapkan 90 Tempat Tidur

dr Kamal Anshari

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rumah Sakit Panglima Sebaya (RSPS) memastikan berbagai fasilitas salah satunya tempat tidur rumah sakit telah dipersiapkan untuk mewaspadai gelombang varian Omicron yang meluas.

Direktur RSPS dr Kamal Anshari mengatakan kasus virus Covid-19 varian Omicron kini tengah meningkat, khususnya di wilayah Ibu Kota.

“Info terakhir di Jakarta sudah mulai ada peningkatan 2 kali lipat kasus Omicron,”

dr Kamal Anshari

Menyikapi hal itu, lanjut Kamal, untuk saat ini RSPS telah menyiapkan satu ruang isolasi khusus yang mampu menampung hingga 25 pasien perawatan kasus Covid-19.

Ruangan itu merupakan ruangan bertekanan negatif yang memiliki hepa filter sehingga bisa menarik udara kotor. Virus yang tercampur dalam udara akan terserap, dan membuat ruangan tetap steril.

Sementara itu, lanjutnya jika terjadi peningkatan kasus di atas 25 pasien, akan ada penambahan ruang isolasi baru dengan total tampungan keseluruhan sebanyak 90 pasien.

Dia membeberkan, jika terjadi lonjakan kasus diatas 25 pasien, maka akan siapkan ruang isolasi baru dengan tampungan hingga 30 pasien.

“Apabila ada peningkatan lagi sampai diatas 50 pasien, maka kami akan tambah lagi dengan total keseluruhan ada 90 tempat tidur, dengan sebagian ruangan tidak memiliki hepa filter,” terangnya.

Baca Juga :

Dalam ruang isolasi Covid-19 RSPS, lanjutnya, juga terdapat ruang ICU yang disediakan untuk menangani pasien yang dilengkapi dengan alat ventilator.

Sedangkan terkait ketersediaan oksigen, pihaknya juga telah menyiapkan alat oksigen konsentrator sebanyak 47 unit, oksigen liquid dengan kapasitas 4 ribu kubik, generator oksigen, oksigen tabung sebanyak 110 unit, serta ventilator sebanyak 11 unit.

“Untuk ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan masih tercukupi hingga 2 bulan kedepan,” terangnya.

Ditambahkan Kamal, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit akan diprioritaskan bagi yang mengalami gejala sedang hingga berat.

“Apabila pasien dalam kondisi ringan bisa dengan isolasi mandiri, tentunya melalui pemantauan yang ketat,” kata Kamal. (ms)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *