
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Rumah Sakit Panglima Sebaya (RSPS) memastikan berbagai fasilitas salah satunya tempat tidur rumah sakit telah dipersiapkan untuk mewaspadai gelombang varian Omicron yang meluas.
Direktur RSPS dr Kamal Anshari mengatakan kasus virus Covid-19 varian Omicron kini tengah meningkat, khususnya di wilayah Ibu Kota.
“Info terakhir di Jakarta sudah mulai ada peningkatan 2 kali lipat kasus Omicron,”
dr Kamal Anshari
Menyikapi hal itu, lanjut Kamal, untuk saat ini RSPS telah menyiapkan satu ruang isolasi khusus yang mampu menampung hingga 25 pasien perawatan kasus Covid-19.
Ruangan itu merupakan ruangan bertekanan negatif yang memiliki hepa filter sehingga bisa menarik udara kotor. Virus yang tercampur dalam udara akan terserap, dan membuat ruangan tetap steril.
Sementara itu, lanjutnya jika terjadi peningkatan kasus di atas 25 pasien, akan ada penambahan ruang isolasi baru dengan total tampungan keseluruhan sebanyak 90 pasien.
Dia membeberkan, jika terjadi lonjakan kasus diatas 25 pasien, maka akan siapkan ruang isolasi baru dengan tampungan hingga 30 pasien.
“Apabila ada peningkatan lagi sampai diatas 50 pasien, maka kami akan tambah lagi dengan total keseluruhan ada 90 tempat tidur, dengan sebagian ruangan tidak memiliki hepa filter,” terangnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Dalam ruang isolasi Covid-19 RSPS, lanjutnya, juga terdapat ruang ICU yang disediakan untuk menangani pasien yang dilengkapi dengan alat ventilator.
Sedangkan terkait ketersediaan oksigen, pihaknya juga telah menyiapkan alat oksigen konsentrator sebanyak 47 unit, oksigen liquid dengan kapasitas 4 ribu kubik, generator oksigen, oksigen tabung sebanyak 110 unit, serta ventilator sebanyak 11 unit.
“Untuk ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan masih tercukupi hingga 2 bulan kedepan,” terangnya.
Ditambahkan Kamal, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit akan diprioritaskan bagi yang mengalami gejala sedang hingga berat.
“Apabila pasien dalam kondisi ringan bisa dengan isolasi mandiri, tentunya melalui pemantauan yang ketat,” kata Kamal. (ms)






