Beranda / MNews Paser / Kodim 0904/Paser Panen Raya Jagung seluas 15 Hektare di Desa Kerang Dayo

Kodim 0904/Paser Panen Raya Jagung seluas 15 Hektare di Desa Kerang Dayo

Panen Raya Jagung Kodim 0904/Paser di Desa Kerang Dayo, Paser

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Desa binaan ketahanan pangan Kodim 0904/Paser yang berada di Desa Kerang Dayo Kecamatan Batu Engau, Selasa (25/1/2022), melakukan panen raya jagung jenis hibrida.

Panen raya dihadiri Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta, Wakil Ketua II DPRD Paser Fadly Imawan, Unsur Kejaksaan, Danramil 08/Batu Engau Kapten Ctp Tom Yones Daniel beserta para prajurit TNI.

Panen jagung Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hidup Baru binaan Kodim 0904/Paser ini memanfaatkan lahan tidur seluas 15 hektare.

“Dalam progam unggulan Korem 091/ASN ini kami melakukan pendampingan agar warga mau mengolah lahan sehingga menjadi produktif,”

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0904/Paser Mayor Czi Edi Purwanto

Menurutnya, satuan kewilayahan juga memiliki satu tugas pokok seperti pemberdayaan wilayah pertahanan darat (geografi, demografi, kondisi sosial).

Termasuk seluruh Kodim dibawah naungan Korem 0901/Aji Surya Natakesuma dapat membantu pemerintah daerah dalam ketahanan pangan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kodim 0904/Paser fokus untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pendampingan potensi unggulan seperti padi dan jagung,” kata Edi.

Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf yang hadir dalam panen raya mengatakan salah satu prioritas Pemkab Paser untuk menggenjot sektor pertanian.

“Sebagai penyangga IKN kita harus menggali potensi-potensi yang ada. Kecamatan Batu Engau menjadi salah satu yang diharapkan menjadi sentra jagung di Kabupaten Paser,” ucapnya.

Baca Juga :

Masitah menyebut, Paser tengah mempersiapkan diri untuk memasok kebutuhan pangan menyambut IKN, baik dari sektor pertanian seperti jagung dan padi, perikanan dan tanaman hortikultura.

“Upaya yang dilakukan dengan modernisasi pertanian seperti penyediaan alat dan mesin pertanian sehingga tidak dilakukan manual,” terangnya.

Sementara, Ketua Gapoktan Hidup Baru, Muhammad Syahwani menyebutkan dari lahan yang dikelola seluas 15 hektare mampu memproduksi 5-6 ton per hektare.

Dari hasil ini, lanjutnya nilai jual jagung pipilnya bisa mencapai Rp4.000 per kilogram dan bisa menjual hingga ke daerah tetangga Kalimantan Selatan.

“Pasarnya tidak hanya di Paser saja, tapi sampai Balikpapan, Samarinda. Untuk penjualan terbesar di Pelehari, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel,” ungkapnya.

Dia menambahkan, waktu tanam selanjutnya diperkirakan pada Februari atau Maret mendatang dengan waktu penanaman hingga panen jagung hibrida jenis Bisi 18 ini, memakan hampir 4 bulan.

“Untuk masa tanamnya sekitar waktu 3 bulan 20 hari, sedangkan masa pengeringan hingga menjadi jagung pipil siap jual di perlukan waktu 10 hari,” kata Syahwani. (rh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *