
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Kasus Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Paser. Kasus baru Covid-19 di antaranya terjadi di sekolah.
Akibatnya, ke empat sekolah dari jenjang TK hingga SMP itu ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kabupaten Paser Muhammad Yunus mengatakan terdapat penambahan 1 kasus murid Sekolah Dasar (SD) terpapar Covid-19.
“Satu siswa di SD Tanah Grogot kembali terpapar Covid-19. Sehingga dilakukan tes swab massal. Namun tidak tidak ada lagi penambahan kasus di area sekolah itu,”
Kadisdikbud Paser, M. Yunus
Selain itu, penambahan kasus serupa juga terjadi di salah satu SD di Kecamatan Paser Belengkong. Di sekolah tersebut terdapat dua murid yang terkonfirmasi dinyatakan positif Covid-19.
Kasus murid yang terpapar Covid-19 sudah hampir memasuki seluruh jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Adapula satu kasus terkonfirmasi positif dari salah satu TK di Kecamatan Tanah Grogot,” lanjutnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dengan ada kasus peningkatan kasus aktif Covid-19, Disdikbud Paser telah membatalkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen pada 31 Januari 2022.
“Sekolah yang ditutup sementara, proses belajar-mengajar tetap dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh,” kata Yunus.
Sebelumnya, Disdikbud Paser telah menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 4 Tanah Grogot selama 14 hari.
Keputusan itu diambil setelah sebelumnya ditemukan empat kasus pelajar yang terpapar Covid-19, sehingga pembelajaran dilakukan dengan metode jarak jauh atau PJJ. (dr)






