
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot menggelar One Day, One Prison’s Product sebagai sarana promosi produk unggulan warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58 ini akan berlangsung selama satu bulan mulai 30 Maret hingga 24 April 2022 mendatang.
Kepala Rutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah mengatakan program untuk memperkenalkan atau mempromosikan hasil karya warga binaan selama menjalani pembinaan kemandirian.
“Baik petugas maupun pengunjung bisa turut serta membeli berbagai hasil karya sebagai bentuk dukungan produktivitas warga binaan,”
Karutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah, Rabu (30/3/2022)
Doni menjelaskan, saat ini produk unggulan warga binaan yang telah dipasarkan meliputi hasil kerajinan tangan serta produk kuliner atau tata boga.
Diantaranya berupa produk amplang, roti, gantungan kunci, tas dan topi dari rotan serta kerajinan dari tali kur.
Menurutnya, dengan berpartisipasi dalam pembelian hasil karya produk dalam negeri tersebut, secara tidak langsung dapat meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Hasil keuntungan penjualan produk, sebagian akan disetor ke kas negara dan sebagian menjadi premi atau honor bagi warga binaan,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dia berharap, melalui kegiatan ini dapat masyarakat dapat menetahui bahwa selama menjalani masa tahanan, warga binaan mendapatkan bekal keterampilan sebagai modal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Di dalam Rutan itu tidak hanya berdiam diri menghabiskan waktu menunggu bebas, akan tetapi ada kegiatan berupa program pembinaan keterampilan yang bisa bermanfaat digunakan ketika bebas nanti,” kata Doni. (rh)






