
MNEWSKALTIM.COM, BREBES – Produktivitas petani bawang merah di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes mengalami penurunan. Hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab harga bawang merah di pasar tinggi, dan berkontribusi pada inflasi di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak turun tangan mengatasi masalah yang dihadapi para petani bawang merah di Brebes ini.
“Ini saya cek, karena kenapa ya harga bawang merah ini kok kontribusi pada inflasinya tinggi sekali. Ternyata produksinya di sini juga tidak terlalu optimal,”
Ganjar, seusai melihat lahan bawang merah dan berdialog dengan Gapoktan Umbul Makmur Wiyono, Desa Krasak, Brebes
Saat berdialog dengan para petani, gubernur mengetahui penurunan produktivitas itu disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya kerusakan tanah pada lahan pertanian, seperti berkurangnya unsur hara pada tanah, sehingga tanah menjadi keras, terlalu banyak penggunaan pupuk kimia dan pestisida, serta faktor cuaca.
“Tadi sudah kita cek, tapi dari pengakuan kawan-kawan, semua sudah menyadari dan menyampaikan informasi kayaknya berkurang produktivitasnya. Maka tugas kita sekarang mengembalikan unsur hara tanah,” bebernya.
Ditambahkan, pengembalian kesuburan tanah agar produktivitas kembali meningkat, menjadi pekerjaan rumah seluruh elemen terkait. Ganjar langsung meminta kepada Dinas Pertanian, baik tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk terus melakukan pendampingan kepada para petani. Pihak swasta juga diminati untuk ikut berpartisipasi untuk membantu para petani memulihkan lahannya.
Baca Juga :
- DPR RI Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang, Penantian 22 Tahun Berakhir
- Perbaikan Infrastruktur Jalan di Paser Ditargetkan Tuntas Bertahap
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
“Kita harapkan nanti kampus juga kita libatkan. Jadi bagaimana mengembalikan tanah ini agar subur. Nanti generasi mudanya, Poktan, dan Gapoktan kita siap untuk melatih mereka. Tujuannya agar kemudian tanah ini bisa dijadikan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan, bisa padi, bisa bawang merah,” jelas Ganjar
Selain mendorong pemulihan lahan pertanian bawang merah, Ganjar sudah menyiapkan formula bantuan untuk menekan inflasi, khususnya terkait distribusi bawang merah. Bantuan itu berupa subsidi untuk menekan ongkos kirim komoditas sebesar Rp1.500 per kilogram. (oid)






