
MNEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Wakil Bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf menyebut Pemkab Paser memiliki peluang untuk membangun kerjasama dengan pihak luar negeri dalam mengoptimalkan potensi daerah
Hal itu disampaikan Masitah, ketika menghadiri Forum Koordinasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah 2022 di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (11/10/2022).
“Kerjasama luar negeri yang akan dibangun, tentunya perlu dukungan pemerintah pusat secara serius, salah satunya dari sisi support anggaran,”
Wabup Paser, Syarifah Masitah Assegaf
Menurut Masitah, Kabupaten Paser sebagai wilayah penyangga IKN masih dihadapkan dengan masalah minimnya anggaran infrastruktur dasar, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menggali potensi-potensi unggulan daerah.
“Dengan akan di bangunnya Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah Kaltim, diharapnya alokasi anggaran pusat ke daerah IKN, termasuk daerah penyangga IKN bisa lebih diperioritaskan,” ucapnya.
Ditambahkan, saat ini baru 34 daerah yang telah menjalin kerjasama dengan pihak luar negeri dari total 514 kabupaten/kota se-Indonesia guna mempromosikan program dan menggali potensi serta pengembangan teknis yang diperlukan oleh daerah
“Namun upaya menjajaki kerjasama luar negeri juga harus dihadapkan pada resesi global tahun 2023, yang berdampak krisis pangan dibeberapa negara didunia” kata Wabup.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dalam kegiatan itu, Sekretaris Jendral Kemlu Cecep Herawan mengatakan berbagai forum kerjasama antarnegara baik dalam kerangka bilateral, regional maupun multilateral mempunyai dampak positif bagi Indonesia.
“Kebijakan kerjasama luar negeri dapat mendorong tercapainya program kementerian lembaga yang berdimensi luar negeri, dengan kementerian lembaga serta pemerintah daerah,” kata Cecep. (mc/rh)






