
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Tenaga pendidik guru inklusi di Kabupaten Paser menyampaikan berbagai kerisauan dan keresahannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Paser.
RDP yang berlangsung di ruang Bappekat, Selasa (8/11/2022), dipimpin Wakil Ketua DPRD Paser, Fadly Imawan didampingi Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari.
Fadly Imawan, mengatakan guru inklusi mengeluhkan minimnya SDM para murid Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut. Adapula keresahan mengenai perbedaan yang diterima dengan pengajar sekolah umum.
“Guru-guru inklusi merasa diperlakukan berbeda dengan guru biasa, selain itu pula juga mengeluhkan sarana prasarana yang dimiliki,”
Fadly Imawan, Selasa (8/11/2022)
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari menuturkan pihaknya sangat menyadari tanggung jawab yang berat diemban oleh para guru inklusi.
“Mendidik anak berkebutuhan khusus memelurkan kesabaran yang luar biasa. Apalagi guru inklusi yang mendidik,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Disamping itu, keluhan mengenai tidak tersedianya alokasi PPPK bagi guru inklusi di Paser. Menanggapi itu, DPRD Paser juga akan berkordinasi dengan pihak provinsi hingga pusat.
“Kami akan mencoba cari solusi lewat jalur politik yang ada di DPR RI untuk mencari titik temu dari permasalahan ini,” kata Ikhwan. (adv)






