
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Tenaga pendidik guru inklusi di Kabupaten Paser menyampaikan berbagai kerisauan dan keresahannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Paser.
RDP yang berlangsung di ruang Bappekat, Selasa (8/11/2022), dipimpin Wakil Ketua DPRD Paser, Fadly Imawan didampingi Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari.
Fadly Imawan, mengatakan guru inklusi mengeluhkan minimnya SDM para murid Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut. Adapula keresahan mengenai perbedaan yang diterima dengan pengajar sekolah umum.
“Guru-guru inklusi merasa diperlakukan berbeda dengan guru biasa, selain itu pula juga mengeluhkan sarana prasarana yang dimiliki,”
Fadly Imawan, Selasa (8/11/2022)
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari menuturkan pihaknya sangat menyadari tanggung jawab yang berat diemban oleh para guru inklusi.
“Mendidik anak berkebutuhan khusus memelurkan kesabaran yang luar biasa. Apalagi guru inklusi yang mendidik,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Disamping itu, keluhan mengenai tidak tersedianya alokasi PPPK bagi guru inklusi di Paser. Menanggapi itu, DPRD Paser juga akan berkordinasi dengan pihak provinsi hingga pusat.
“Kami akan mencoba cari solusi lewat jalur politik yang ada di DPR RI untuk mencari titik temu dari permasalahan ini,” kata Ikhwan. (adv)






