
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Wakil Ketua Komisi II DPRD Paser Basri Mansyur meminta Pemkab Paser untuk membangun sistem insfratruktur pengendalian banjir berupa polder.
Diketahui masalah banjir yang terjadi di pusat ibukota dan dibeberapa titik kecamatan di Kabupaten Paser seperti Long Kali dan Muara Komam sehingga kerap kali menimbulkan dampak negatif yang ditimbulkan setelahnya.
Basri mengatakan untuk mengentaskan persoalan dengan membangun pengendali banjir dengan sistem Polder telah diusulkan dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2024.
“DPRD Paser terus mendorong agar usulan ini segera terealisasi dan mampu mengantisipasi permasalahan banjir di Kabupaten Paser,”
Basri Mansyur, Sabtu (13/5/2023)
Beberapa hal yang juga menjadi catatan legislator Partai Golkar Paser itu, penanganan banjir yang disebabkan meluapnya air sungai seperti yang terjadi di Sungai Telake, Kecamatan Long Kali bisa pula dengan melakukan pengurukan di aliran hulu sungai.
Diapun meminta, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser bisa segera melakukan pengerukan di sungai yang terjadi pendangkalan.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Untuk daerah perkotaan, kondisi ini diperparah kapasitas saluran drainase yang kurang optimal sehingga terancam banjir saat hujan deras.
“Penanganan bagian hulu harus menjadi prioritas kemudian dilanjutkan dengan normalisasi drainase yang ada,” jelasnya. (adv)






