
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Se-Kabupaten Paser pada ertemuan rutin bulanan ke- XI menggelar In House Training (IHT) kurikulum merdeka.
Pertemuan untuk meningkatkan kompetensi keprofesian itu berlangsung di SMPN 1 Long Ikis, pada Selasa, (14/11/2023) yang dihadiri 62 guru PAI se Kabupaten Paser dengan mendatangkan nara sumber nasional Nanang Faisal.
Ketua MGMP PAI SMP Paser, Moh Yasir mengatakan menyampaikan kegiatan In House Training implementasi Kurikulum Merdeka ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Pentas PAI yang sukses digelar beberapa waktu lalu.
“Melalui kegiatan ini para guru PAI dapat dimaksimalkan, dan menumbuhkan semangat peserta didik untuk mengikuti perlombaan dalam pentas PAI selanjutnya,”
Ketua MGMP PAI SMP Paser, Moh Yasir
Dijelaskan, tujuan pelaksanaan IHT agar pendidik dapat menyajikan materi pelajaran dengan baik dan benar serta menumbuhkan komitmen profesional guru dalam meningkatkan penguasaan materi pembelajaran.
Selain itu dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan pembelajaran dan menyajikan materi pelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekolah.
Baca Juga :
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
Sementara, Kepala sekolah SMP Negeri 1 Long Ikis yang sekaligus Ketua MKKS SMP Kabupaten Paser, Saharuddin mengatakan melalui kegiatan ini semakin menguatkan kolaborasi pendidik dalam meningkatkan Iman dan Taqwa para siswa.
“Guru di tuntut untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka sehingga diperlukan IHT untuk menyelaraskan program,” ucapnya.
Dari program yang direncanakan, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pelaksanaan dan pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kondisi riil di sekolahnya masing-masing.
“Setiap sekolah bisa juga memprogramkan pelatihan guru ke luar untuk meningkatkan kompetensinya. Tahun lalu pernah direncanakan, meskipun belum terealisasi kalau ada niat pasti jalan,” jelasnya. (dr)






