MNEWSKALTIM.COM, PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menyiapkan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ekonomi daerah.
Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Paser tentang penjelasan nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026, yang digelar di Ruang Rapat Baling Seleloi, Selasa (28/10/2025)
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Paser Hendrawan, didampingi Zulkifli Kaharudin, serta dihadiri Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari dan seluruh anggota dewan serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam pemaparannya, Wabup Ikhwan Antasari menegaskan bahwa APBD 2026 dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat pondasi ekonomi daerah.
“Paser harus mampu melangkah lebih cepat agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” ujarnya.
Adapun Beberapa target utama Pemkab Paser tahun depan yakni kualitas SDM berupa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 76,48, dengan fokus menurunkan prevalensi stunting menjadi 19,7 persen dari 24,9 persen tahun sebelumnya.
Selanjutnya Ketimpangan Sosial dengan menurunkan Tingkat kemiskinan dikisaran 7,9–8,3 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diharapkan menurun menjadi 3,5–4,2 persen.
Kemudian Transformasi Ekonomi berupa Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 3,75–5 persen, dengan penguatan sektor unggulan seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi hingga 16,57 persen terhadap PDRB.
Struktur APBD 2026 memperlihatkan komitmen kuat terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Total belanja daerah mencapai Rp 3,847 triliun. Balanja daerah itu berupa Belanja Modal Rp 1,326 triliun, di mana Rp 1,251 triliun dialokasikan untuk jalan, jaringan, dan irigasi.
Lalu Belanja Operasi Rp 2,108 triliun, dengan porsi terbesar untuk belanja pegawai sebesar Rp 1,364 triliun. Sementara itu, total pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 3,617 triliun.
Wabup menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika fiskal nasional, terutama perubahan pola transfer dana dari pemerintah pusat.
“Setiap perangkat daerah harus sigap dan adaptif. Lakukan simulasi fiskal agar perencanaan tetap realistis dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Selain agenda fiskal, Ikhwan juga menyoroti tahun 2026 sebagai momentum besar bagi Paser menjadi tuan rumah Porprov Kaltim ke-8.
“Ini bukan sekadar event olahraga, tapi kesempatan emas untuk membangkitkan ekonomi lokal dan meneguhkan jati diri daerah,” ujarnya.
Pemkab Paser pun berkomitmen mengembangkan sport tourism dengan menyelenggarakan berbagai event olahraga yang diharapkan mampu menarik wisatawan dan memperkuat peran UMKM lokal.
“Diharapkan, hal ini dapat menjadi magnet untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan memberdayakan UMKM,” pungkasnya.






