Beranda / MNews Paser / Ngopi Bareng, IDI dan PWI Paser Pererat Kolaborasi Bahas Isu Media dan Etika Profesi

Ngopi Bareng, IDI dan PWI Paser Pererat Kolaborasi Bahas Isu Media dan Etika Profesi

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser menggelar coffee morning bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Paser di Meeting Room Hotel Kyriad Sadurengas, Minggu (9/11/2025).

Kegiatan yang dikemas santai namun penuh makna ini mengangkat tema “Peran Media dalam Mengantar Visi dan Misi Organisasi”.
Pertemuan berlangsung hangat dengan dihadiri jajaran pengurus IDI dan PWI Paser.

Kegiatan yang digelar sebelum agenda Rapat Kerja IDI Paser periode 2024-2027 itu, kedua organisasi profesi tersebut berupaya memperkuat kolaborasi dan membangun pemahaman bersama tentang pentingnya komunikasi publik.

Ketua IDI Paser dr. Ahmad Hadiwijaya menegaskan bahwa kolaborasi antara tenaga medis dan insan pers sangat penting dalam menyebarkan informasi kesehatan yang benar kepada masyarakat.

“Media memiliki peran besar dalam mengedukasi masyarakat. Karena itu, kami berharap kerja sama antara IDI dan PWI terus terjalin, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam program-program edukatif,” ujar dokter spesialis anak ini.

Ia juga berharap kegiatan silaturahmi seperti coffee morning ini dapat menjadi agenda untuk mempererat hubungan antarprofesi semakin solid.

“Pertemuan seperti ini tidak hanya menjadi ajang berbagi gagasan, tetapi juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara IDI dan media,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Paser dr. Mansyah menambahkan bahwa pihaknya terus menjalankan fungsi pembinaan terkait etika profesi dokter.

“Kami di MKEK berperan memastikan para dokter tetap bekerja sesuai etika dan nilai-nilai profesionalisme,” jelasnya.

Perwakilan PWI Paser, Tomi Wira Hadiwijaya yang mewakili pengurus memperkenalkan jajaran organisasi sekaligus menegaskan pentingnya kompetensi wartawan dalam menghasilkan berita yang akurat dan berimbang.

“Setiap wartawan profesional telah melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan terdaftar di Dewan Pers. Narasumber berhak memastikan identitas wartawan agar terhindar dari oknum yang tidak resmi,” tegas Tomi.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta mengangkat isu tentang fenomena “wartawan bodrex” serta langkah pencegahannya. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan pandangan dari peserta.

Menutup kegiatan, PWI Paser juga membuka ruang kerja sama dengan IDI maupun fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dalam publikasi kegiatan yang bernilai edukatif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *