MNEWSKALTIM.COM, PASER – Menurunnya geliat pengunjung Kandilo Plaza dalam beberapa tahun terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Paser menyiapkan langkah besar melalui program revitalisasi pusat perbelanjaan tersebut. Upaya ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga menggandeng pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Paser dr Fahmi Fadli yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Adi Maulana melakukan audiensi langsung ke Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Kamis (23/1/2026) lalu. Rombongan Pemkab Paser diterima oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, di ruang pertemuan lantai 8 Gedung II Kemendag, Gambir, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Adi Maulana memaparkan kondisi terkini Kandilo Plaza sekaligus potensi besar Kabupaten Paser sebagai daerah berkembang yang membutuhkan pusat perdagangan modern dan kompetitif.
Menurutnya, revitalisasi Kandilo Plaza menjadi salah satu strategi Pemkab Paser dalam membangun iklim investasi dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah juga membuka peluang kemitraan dengan investor untuk mengembangkan kawasan perdagangan yang lebih atraktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami melihat Kandilo Plaza memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali sebagai pusat perbelanjaan utama di Paser. Revitalisasi ini diharapkan mampu menarik investor sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Adi Maulana.
Berdasarkan hasil evaluasi pengelola, menurunnya jumlah pengunjung tak lepas dari pesatnya perkembangan marketplace digital yang mengubah pola belanja masyarakat. Selain itu, variasi produk yang masih terbatas serta konsep penataan toko yang belum mengikuti tren modern turut memengaruhi minat pengunjung.
Upaya pembenahan sebenarnya telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Paser. Namun, dibutuhkan kerja keras yang lebih terstruktur, termasuk mendorong pedagang memperkuat strategi pemasaran serta menghadirkan berbagai event kreatif untuk menghidupkan kembali suasana pusat perbelanjaan.
Meski demikian, Kandilo Plaza tetap memiliki posisi strategis sebagai pusat belanja utama bagi masyarakat se-Kabupaten Paser. Plaza ini masih menjadi rujukan utama untuk memenuhi kebutuhan sandang hingga barang tersier.
Adi Maulana menambahkan, meskipun sebagian warga memilih berbelanja ke pusat perbelanjaan besar di Balikpapan, faktor jarak dan biaya transportasi menjadi pertimbangan tersendiri.
“Kalau Kandilo Plaza bisa kita revitalisasi dengan konsep yang lebih modern dan lengkap, masyarakat tentu tidak perlu jauh-jauh keluar daerah untuk berbelanja,” pungkasnya.






