MNEWSKALTIM.COM, PASER – Persiapan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur terus dimatangkan. Bupati Paser dr. Fahmi Fadli turun langsung meninjau sejumlah venue pertandingan untuk memastikan kesiapan fasilitas olahraga yang akan digunakan para atlet dan kontingen dari berbagai daerah.
Peninjauan yang berlangsung Kamis (29/10/2026) itu menyasar sejumlah fasilitas olahraga di Kecamatan Tanah Grogot. Rombongan memulai kunjungan dari Gedung Olahraga (GOR) Sepak Takraw di Kompleks Olahraga Tanah Grogot, kemudian melanjutkan pengecekan ke GOR Sadurengas, gedung tenis meja, gedung bela diri, gedung basket, gedung senam, gedung angkat berat, hingga venue renang di belakang Kompleks Perkantoran Kabupaten Paser. Venue panjat tebing outdoor juga menjadi salah satu lokasi yang ditinjau.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Paser memastikan fasilitas pertandingan memenuhi kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari kondisi fisik bangunan hingga kelengkapan sarana pendukung. Bagi pemerintah daerah, kesiapan venue tidak hanya berkaitan dengan kelancaran pertandingan, tetapi juga kenyamanan atlet, ofisial, dan penonton.
Di GOR Sepak Takraw, Fahmi melihat langsung kondisi bangunan yang telah rampung, baik pada bagian interior maupun eksterior. Ia juga memeriksa fasilitas pendukung, termasuk toilet, untuk memastikan ketersediaan air bersih berfungsi dengan baik.
“Gedungnya bagus, fasilitasnya juga bagus. Semoga gedung ini memberikan kenyamanan bagi penonton maupun atlet yang bertanding,” ungkap Fahmi.
Ia berharap kesiapan fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu penunjang kesuksesan Kabupaten Paser dalam menyelenggarakan Porprov VIII Kaltim. Namun, keberhasilan ajang olahraga itu, menurutnya, tidak cukup hanya diukur dari kesiapan administrasi dan sarana pertandingan. Prestasi para atlet Paser juga menjadi harapan yang perlu diperjuangkan bersama.
Peninjauan kemudian berlanjut ke gedung tenis meja. Di lokasi ini, Fahmi memastikan kondisi bangunan telah siap dan layak digunakan untuk pertandingan resmi. Ia juga memantau pembangunan mes atlet yang masih berjalan di sekitar venue sebagai bagian dari upaya menambah fasilitas pendukung bagi kontingen.
Pengecekan gedung tenis meja terasa lebih dekat bagi Fahmi karena olahraga tersebut merupakan salah satu hobinya sekaligus memiliki kaitan dengan latar belakangnya sebagai atlet tenis meja. Pengalaman itu membuatnya memahami pentingnya fasilitas yang memadai untuk mendukung pertandingan dan memberikan kenyamanan bagi para atlet.
Dengan kesiapan gedung serta pembangunan fasilitas pendukung di sekitarnya, pemerintah daerah berharap pertandingan tenis meja dapat berlangsung lancar. Kehadiran fasilitas yang representatif juga diharapkan membantu kontingen menjalani rangkaian pertandingan dengan lebih nyaman.
Perhatian terhadap pembinaan atlet turut terlihat saat Fahmi meninjau venue panjat tebing berkonsep outdoor. Pembangunan fisik fasilitas tersebut telah rampung dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan.
Lebih dari sekadar arena kompetisi, venue panjat tebing itu juga menjadi ruang latihan bagi atlet lokal. Pada sore hari, kawasan tersebut biasa dimanfaatkan atlet dari kategori dewasa hingga usia dini untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan keterampilan.
Aktivitas latihan tersebut menjadi gambaran bahwa fasilitas olahraga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembinaan atlet daerah. Fahmi berharap keberadaan venue panjat tebing mampu mendorong pembinaan bibit-bibit atlet Paser agar semakin optimal dan melahirkan prestasi membanggakan pada Porprov VIII mendatang.
Dari arena panjat tebing, peninjauan juga menyasar GOR Senam yang memiliki ciri khas interior didominasi warna biru. Bangunan tersebut telah rampung 100 persen dan memasuki tahap pembersihan akhir sebelum digunakan untuk kegiatan olahraga.
Fahmi turut memeriksa fasilitas pendukung, termasuk toilet yang telah berfungsi dengan baik. Sejumlah perlengkapan dan alat latihan senam juga sudah berada di dalam gedung dan sedang menjalani proses perakitan oleh tim teknis. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan venue tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga dilengkapi sarana yang diperlukan atlet.
Kesiapan serupa terlihat di GOR Basket. Bangunan tersebut telah rampung dan sedang menjalani pembersihan akhir. Fahmi memeriksa sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kondisi toilet hingga instalasi kelistrikan di dalam gedung.
Melihat kondisi GOR Basket yang dinilai megah dan representatif, Fahmi menyampaikan optimismenya terhadap peluang kontingen Kabupaten Paser untuk mencatatkan hasil terbaik. Ia berharap kualitas fasilitas yang telah disiapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk memberikan penampilan maksimal.
“GOR ini sangat bagus, dengan GOR sebagus ini tentu harus memberikan hasil yang luar biasa saat Porprov,” ujarnya.
Meski mengapresiasi kualitas pembangunan, Fahmi menegaskan bahwa fasilitas yang telah dibangun perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Ia mengingatkan pengelola agar memastikan sarana olahraga tersebut tetap terpelihara sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang, tidak hanya untuk Porprov, tetapi juga untuk kegiatan olahraga dan pembinaan atlet setelah kejuaraan berakhir.
Secara umum, Fahmi menilai kondisi sejumlah venue yang ditinjau sudah memuaskan. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa bagian yang perlu dibenahi agar kesiapan fasilitas semakin optimal menjelang pelaksanaan pertandingan.
“Seluruh venue dibangun dengan kualitas yang baik, memang ada beberapa yang perlu dibenahi, tapi itu tidak banyak,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau GOR Sadurengas, gedung bela diri, gedung angkat berat, serta venue renang di belakang Kompleks Perkantoran Kabupaten Paser. Peninjauan menyeluruh ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan berbagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu mendapat perhatian.
Fahmi juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Paser untuk ikut mengambil bagian dalam menyukseskan Porprov VIII Kaltim. Dukungan masyarakat dibutuhkan sejak tahap persiapan, pembukaan, pelaksanaan pertandingan, hingga penutupan.
Menurutnya, keberhasilan menjadi tuan rumah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas dan mendukung penyelenggaraan, atlet berjuang meraih prestasi, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui dukungan, partisipasi, dan menjaga fasilitas publik yang telah dibangun.
Dengan kesiapan venue yang terus dimatangkan, Pemkab Paser berharap Porprov VIII Kaltim dapat berlangsung lancar, menghadirkan pengalaman bertanding yang nyaman, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Lebih jauh, pembangunan berbagai fasilitas olahraga ini diharapkan meninggalkan warisan positif bagi Kabupaten Paser. Setelah perhelatan Porprov usai, venue-venue tersebut diharapkan tetap hidup sebagai pusat aktivitas olahraga, ruang pembinaan atlet muda, dan sarana masyarakat untuk membangun budaya hidup sehat. (Adv)






