
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanah Grogot terus membekali warga binaan pemasyarakatan dengan berbagai pembinaan kemandirian, termasuk disektor pertanian.
Dengan memanfaatkan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi yang berada di belakang Rutan, warga binaan melakukan aktivitas bercocok tanam cabai di lahan seluas 1.000 m2.
Pada, Sabtu (29/5/2022), Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah didampingi jajarannya berkesempatan melakukan panen perdana cabai hasil tanam dan perawatan warga binaan tersebut.
“Alhamdulillah panen perdana cabai bisa dilakukan diusia 3 bulan masa tanam, yang seluruhnya dikerjakan oleh warga binaan,”
Karutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah
Dari luasan 1.000 m2 tersebut, lanjut Doni, warga binaan bisa menghasilkan 15 kilogram dalam sekali panen. Dia mengatakan, dalam 4 – 5 hari cabai dipanen kembali dengan hasil yang sama.
“4 hari sekali cabai di panen dan satu pohon bisa dipanen hingga 20 kali panen. Setelah itu baru dilakukan pergantian bibit cabai,” ucapnya.
Dijelaskan, pembiayaan pembudidayaan cabai ini berasal dari penjualan hasil sektor perikanan yang telah menghasilkan penerimaan negara dan premi warga binaan.
“Hasil dari sektor perikanan, ada yang ke negara berupa PNBP, adapula ke warga binaan berupa premi atau honor, dan sisanya digunakan untuk memulai budidaya vabai,” terang Doni.
Baca Juga :
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
- Satu Desa Satu Gerai: Kodim 0904/Paser Genjot Pembangunan KDMP Targetkan Rampung Juni
- Paser Siapkan Gerakan “Mabar” untuk Bangkitkan Semangat Mengaji Pelajar SMP
- Tanpa Insinerator dan Open Dumping, Paser Terapkan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
Untuk pemasaran hasil tanam cabai warga binaan ini, kata Doni, pihaknya tidak kesulitan karena telah menjalin kerjasama dengan pengumpul cabai di pasar setempat.
“Kami menjual hasil panen cabai ini ke pengumpul yang ada di pasar dengan harga 55 ribu per kilogram,” ujarnya.
Melihat hasil panen ini, kedepan pihaknya telah merencanakan bekerjasama dengan instansi terkait dan memperluas lahan tanam cabai dengan luasan yang sama dari luasan yang ada saat ini.
“Kami telah berkomunikasi dengan Dinas terkait untuk pembudidayaan cabai ini, termasuk lahan tanam akan diperluas, sehingga hasilnya bisa meningkat” tuturnya.
Sebelumnya, pembinaan kemandirian ini berada di sebidang lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi seluas 1 hektare milik Rutan Tanah Grogot, juga sebagian telah dimanfaatkan dalam sektor pertanian dan perikanan.
“Lahan 1 hektare ini sebelumnya juga telah dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan seperti pembudidayaan ikan lele, sayur kangkung, singkong, pepaya dan pisang,” kata Doni. (rh)






