
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Paser menganggarkan Rp15 miliar lebih dalam melakukan pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.
Ketua Bawaslu Paser Aprianto Abdullah mengatakan, sesuai mekanisme penganggaran pihaknya telah mengajukan usulan anggaran tersebut kepada Pemkab Paser.
“Usulan kebutuhan anggaran untuk pengawasan Pilkada Paser sebesar Rp15 miliar lebih sudah disampaikan ke pemerintah daerah,”
Ketua Bawaslu Paser Aprianto Abdullah sP
Nantinya, anggaran berupa hibah dari Pemerintah Daerah ke Bawaslu akan diputuskan melalui pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bawaslu.
“Sesuai Permendagri nomor 54 tahun 2019 soal pendanaan Pilkada, Bawaslu Paser dan Pemkab Paser akan duduk bersama membahas usulan anggaran itu,” ucapnya.
Aprianto merinci, dalam mengawasi proses pesta demokrasi itu, Bawaslu mengalokasikan sejumlah anggaran untuk honorarium panitia adhoc, dan kegiatan kelompok.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Selain itu, dana itu juga digunakan membiayai kelompok kerja Bawaslu, perencanaan program, sewa peralatan kantor (panwas kecamatan), operasional kantor, sosialisasi, advokasi pendampingan hukum.
“Adapula sosialisasi pengawasan pemilu, rakor pelatihan pengawasan pemilu, kegiatan sentra gakumdu, dan kegiatan penindakan pelanggaran administrasi,” terangnya.
Ia menambahkan, dari informasi yang diterima pihaknya bahwa anggaran hibah Pilkada 2024 akan mulai alokasikan oleh pemerintah daerah pada 2023.
“Dari informasi akan dialokasikan Rp 2 miliar di 2023. Kami berharap anggaran diberikan secara bertahap, untuk memudahkan dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya,” kata Aprianto. (sas)






