
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser pada Selasa (14/3/2023) lalu menyebabkan jalan penghubung antara Desa Muara Lambakan – Perkuwen putus.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Paser Tri Evy Herawati menjelaskan pihaknya bersama PU Kaltim telah melakukan survei lokasi longsor.
“Solusi jalan penghubung antar desa tersebut, DPUTR Paser mengusulkan jembatan bailey ke Gubernur Kaltim dan Kemen PUPR,”
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Paser Tri Evy Herawati
Kendati demikian, proses permohonan jembatan bailey yang memerlukan waktu membuat pihaknya harus menggunakan langkah alternatif.
“Kami telah menurunkan alat berat ke lokasi longsor untuk membuka akses jalan darurat sementara,” jelasnya.
Dikarenakan mobilisasi alat berat milik DPUTR yang terkendala akses jalan yang rusak cukup parah. Dia menambahkan pihaknya menyewa alat berat yang berada di sekitar lokasi longsor.
Baca Juga :
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
- DPRD Paser Siapkan Payung Hukum Fasilitasi Pesantren, Pansus II Mulai Serap Masukan
“Alat berat tidak bisa masuk dari Desa Pait ke Muara Lambakan karena ada beberapa jalan rusak parah. Sehingga kami mencari alat berat disekitar lokasi yang bisa dipinjam ataupun disewa,” terangnya.
Untuk jangka panjang, Dia mengatakan penanganan akses utama dua desa itu dilakukan dengan pembangunan turap penahan badan jalan agar tidak kembali terjadi longsor.
“Untuk kedepan direncanakan membuat turap untuk menahan badan jalan agar tidak longsor,” kata Evy. (dr)






