
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Dewan Pers, Acara dialog dengan berbagai lembaga terkait mekanisme respons pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap wartawan dalam konteks pemilu.
Acara yang digawangi Dewan Pers dan unesco dihadiri berbagai lembaga diantaranya, 3 Matra TNI AD, AL, AU, dan Polri, juga konstituen Dewan Pers dan undangan lainnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mengatakan bahwa kami sebagai dewan pers ingin ada ketegasan terkait respon terhadap kekerasan yang terjadi terhadap wartawan dalam pemilu ini.
Ninik menegaskan bahwa informasi dari medsos bukanlah berita, karena kalo berita harus ada link terkait kepada penanggungjawabnya dari media yang bersangkutan.
Hal itu disampaikan saat sambutannya ketika membuka acara dialog antar lembaga terkait pemilu, di hotel berbintang JL. Hayam Wuruk Jakarta Barat. (18/12/2023).
Ninik juga meminta agar terjalin
komunikasi yang terbuka, jangan baperan kalo ditanya dari media mana, tegas Ninik. sudah terverifikasi dewan pers atau belum.
“Hal ini penting untuk mengindentifikasi media abal-abal atau bukan,” kata Ninik. (*)






