
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA– Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mengevakuasi 97 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran, di tengah memuncaknya konflik militer antara Iran dan Israel. Proses evakuasi penuh tantangan ini membawa mereka ke Baku, Azerbaijan, sebelum dipulangkan ke Tanah Air secara bertahap mulai Senin (23/6/2025) waktu setempat.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa dalam tahap pertama, sebanyak 29 orang akan dipulangkan ke Indonesia menggunakan maskapai komersial. Mereka dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (24/6) sore.
“Pemulangan berikutnya akan dilakukan Rabu dan Kamis, dengan skema bertahap demi keselamatan dan kenyamanan para WNI,” ujar Judha dalam keterangan tertulisnya.
Evakuasi ini mencakup 93 WNI, tiga staf KBRI Teheran, dan satu warga negara Iran yang merupakan pasangan dari WNI. Semua dievakuasi melalui jalur darat menuju Azerbaijan, menyusul situasi yang semakin tidak menentu di Iran.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan bahwa keseluruhan WNI dalam kondisi baik. Ia juga menambahkan bahwa empat WNI yang sebelumnya berada di Israel telah dievakuasi lebih awal ke Yordania.
“Pemerintah terus memantau dan berkomunikasi secara intensif dengan seluruh WNI yang masih berada di wilayah konflik,” kata Sugiono, Sabtu (21/6).
Sugiono yang sebelumnya hadir dalam Konferensi Tingkat Menteri OKI ke-51 di Istanbul, Turki, menegaskan pentingnya upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.
“Kita dorong semua pihak untuk kembali ke jalur perundingan. Jangan sampai krisis ini meluas dan menelan lebih banyak korban sipil,” tegasnya.
Kondisi di Iran saat ini disebut kian memanas. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan status Kedutaan Besar RI di Teheran dari Siaga II ke Siaga I. Total ada 386 WNI yang tersebar di 11 kota di Iran, sebagian besar adalah pelajar di Kota Qom.
Tak hanya di Iran, konflik juga menjerat 194 WNI yang berada di Israel. Dengan demikian, total ada 580 WNI yang terdampak langsung konflik Iran-Israel. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario kontijensi, termasuk jalur evakuasi darurat bekerja sama dengan negara-negara tetangga Iran.
“Kami berkoordinasi erat agar saat evakuasi berlangsung, para WNI bisa melintasi perbatasan dengan aman meski situasi di lapangan sangat tidak kondusif,” kata Sugiono.





