MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Sejumlah relawan yang tergabung dalam Aliansi Paser Untuk Umat (Alpukat) Kabupaten Paser turut membagikan 1000 masker gratis untuk masyarakat Kabupaten Paser, Minggu (12/4/2020) sore.
Kegiatan pembagian masker ini menyasar pengendara roda empat maupun roda dua yang melintas di jalan raya depan Mesjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot.
Koordinator Alpukat dr Ahmad Hadiwijaya, Sp. A mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Paser.
“Penggunaan masker sangat penting, selain melindungi bagi pribadi yang memakai, juga dapat melindungi orang lain yang ada disekitarnya,” kata dr Ahmad Hadiwijaya, Sp. A.
Pria yang juga akrab disapa dr Hadi ini mengimbau masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
“Selain menggunakan masker, harapannya masyarakat tetap dirumah menerapkan social distancing, physical distancing dan sesering mungkin mencuci tangan,” ucapnya.
Selain program 1000 masker yang akan terus berlanjut, dr Hadi menjelaskan Alpukat ditengah pandemi ini juga memiliki program lain seperti edukasi ke masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19.
“Termasuk juga program program pembagian Alat Pelindung Diri untuk beberapa fasilitas kesehatan, penyemprotan disinfektan serta penyediaan tempat cuci tangan ditempat umum,” ungkapnya.
Dia mengaku relawan Alpukat ini akan terus bekerja membantu pemerintah dalam melawan wabah Covid-19 yang saat ini trend kasus positifnya di Indonesia masih terus naik.
Diketahui, para relawan Alpukat sendiri terbentuk dari berbagai elemen seperti dari mesjid-mesjid, instansi pemerintah, kepolisian dan tenaga medis yang saat ini berjumlah sekitar 40 orang. (rhn)






