M-NEWS.ID, SAMARINDA – Asisten Deputi (Asdep) Strategi dan Komunikasi Pemasaran II Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerjasama dengan Komisi X DPR RI, Sabtu (02/10/2019), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemahaman Branding Wonderful Indonesia dan Konten Marketing XXIV di Hotel Selyca Mulya Samarinda.
Hadir sebagai pemateri dalam agenda bimtek ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Perwakilan Kementrian Pariwisata Tendi Nuralam, dan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni.
Pada kesempatan itu, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa potensi pariwisata yang dimiliki Kaltim sangat besar. Hanya saja, ada hal – hal yang menurutnya perlu disiapkan.
“Harus paralel, jadi selain kita menyiapkan destinasi wisatanya kita juga harus menyiapkan aksestabilitasnya, agar untuk ke Kaltim itu tidak terlalu mahal. Misalnya, nanti maskapai itu juga harus kita siapkan,” ungkapnya kepada awak media.
Politisi Partai Golkar tersebut juga menyampaikan bahwa selain aksestabilitas, pariwisata harus disokong dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
“Misalnya SDM yang terkait pariwisata baik perhotelan, pemandu, dan berbagai hal lainnya yang itu memberi kesan. Pelayanan juga harus baik kepada mereka kalau sudah kesini, jadi mereka tidak kapok,” ucapnya.
Belum lagi persoalan keamanan, menurutnya faktor keamanan juga menjadi salah satu unsur yang juga perlu dimiliki Kaltim.
“Keamanan dan keselamatn turis itu harus dijaga. Jadi kalau kita udah punya sesuatu yang bagus, harus membuat mereka mengulangi, jadi gak cuma datang kesini (Kaltim) itu cuma sekali, bahkan kalau perlu ngajak teman – temannya, kan itu yang harus kita buat,” lanjutnya.
Bersamaan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar RI Tendi Nursalam mengatakan, bahwa hal yang juga penting dalam rangka meningkatkan pariwisata di Kaltim ialah untuk meyakinkan masyarakat mengenai potensi wisata yang dimiliki di daerahnya.
“Percuma kita ngomong berbagai macam hal namun masyarakatnya tidak mengetahui wisata yang mereka miliki sendiri,” katanya.
Lebih lanjut Tendi juga menambahkan dengan dipilihnya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN), masyarakat harus mempersiapkan diri termasuk di bidang pariwisatanya.
“Karena ini adalah potensi, harus dimanfaatkan. Sangat rugi jika kita tidak melakukan apapun,” tutupnya. (dik)






