
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Paser merilis penambahan tiga orang warga Paser yang terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19.
“Hari ini Kabupaten Paser mendapatkan tambahan 3 kasus terkonfirmasi positif dari hasil uji swab Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Amir Faisol saat konferensi pers di Media Center Covid-19, Sabtu (24/4/2020).
Amir menjelaskan, dari tiga kasus positif tersebut, dua kasus merupakan klaster Ijtima Gowa dengan kode pasien PSR 3 dan PSR 4 dan satu kasus merupakan kasus transmisi lokal pertama di Paser dengan kode pasien PSR 5.
“Kasus PSR 3 yakni laki-laki (55) asal Kecamatan Longkali, dan PSR 4 yaitu laki-laki (28) dari Kecamatan Tanah Grogot. Keduanya memiliki riwayat yang sama yaitu peserta Ijtima Gowa,” ucapnya.
“Selanjutnya pasien PSR 5, seorang perempuan (33) asal Kecamatan Tanah Grogot, dengan riwayat pernah melakukan kontak dengan peserta Ijtima Gowa atau telah terjadi transmisi lokal,” kata Amir.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Ketiga pasien tersebut, lanjut Amir merupakan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) setelah sebelumnya juga telah menunjukkan hasil reaktif saat rapid test oleh masing-masing puskesmas.
“Kondisi pasien PSR 3, 4, dan 5 dalam kondisi stabil karena memang telah mendapatkan perawatan di isolasi sejak 11 April 2020,” jelasnya.
Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 Paser juga menerima hasil swab yang terkonfirmasi negatif dari satu pasien PDP yang sedang diisolasi di RSUD Panglima Sebaya Paser.
“Pasien dengan hasil negatif beralamat di Kecamatan Tanah Grogot, dengan riwayat perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” tutupnya.
Meski demikian, Amir Faisol mengimbau agar warga tidak panik, tetapi selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran Covid-19.
“Ikuti anjuran pemerintah, tetap dirumah dan jangan lupa untuk menggunakan masker ketika keluar rumah,” pungkasnya. (adv/dkisp)






