Beranda / MNewsiana / Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Berbasis Epidemiologi

Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser Berbasis Epidemiologi

Oleh : Ahmad Hadiwijaya (Relawan Covid-19)

Wabah Covid-19 masih terus berlanjut sebagai bagian dari ketidakseimbangan faktor Agent (virus), Host (manusia) dan Environment (lingkungan), perlu langkah nyata, cepat, tepat dengan berdasar keadaan tersebut.

Berdasar hal tersebut, berikut masukan untuk antisipasi hal tersebut di wilayah kita Kabupaten Paser:

  1. Penanganan berbasis kecamatan dengan kendali kabupaten.

Hampir semua kecamatan di Kab. Paser ada kasus konfirmasi positif, artinya yg harus diantisipasi adalah penyebaran dari kasus tersebut. Pengendalian harus diperkuat di kecamatan kecamatan tersebut dengan:

  • mempertahankan kecamatan yang belum ada kasus positif agar tidak terdapat kasus dengan PSBB lokal, memperketat physical distancing, cuci tangan dengan sabun dan penggunaan masker.
  • mempertahankan agar kasus tidak menyebar luas pada kecamatan yang terdapat kasus positif. Tracking secara cepat kontak penderita positif, mengisolasi secara ketat dan pemeriksaan swab harus segera dilakukan. Physical distancing, cuci tangan dengan sabun dan penggunaan masker harus lebih ketat.
    Memberlakukan PSBB seketat mungkin.

2. Desa Tangguh Covid-19

Langkah langkah yang dijelaskan pada point 1 diatas akan sangat mudah jika dikecamatan sudah terbentuk DESA TANGGUH COVID 19 di masing masing desa. Saat ini di tiap desa sudah terbentuk tim gugus dengan puluhan posko, yang perlu dilakukan adalah koordinasi dan evaluasi agar tim tim tersebut berjalan sesuai prosedur yang benar untuk mendukung sebuah Desa Tangguh Covid 19 yang optimal.

Desa Tangguh Covid-19 akan diwarnai kegiatan kegiatan yang mendukung pencegahan penularan Covid-19. Desa tangguh covid-19 menggerak seluruh lapisan masyarakat untuk secara aktif melakukan tindakan pencegahan penularan, penemuan kasus secara cepat, menyiapkan isolasi mandiri dan pendampingan jika diperlukan sampai memikirkan ketahanan pangan warga akibat covid-19 ini.

  1. Optimalisasi relawan

Covid-19 ini adalah masalah bersama. Ini yang mendorong munculnya kelompok relawan yang enerjik, swadaya dan swadana. Relawan ini terbentuk dari tingkat kabupatan sampai desa. Pihak tim gugus Kabupaten harus memanfaatkan ini sebagai kekuatan besar, melatih dan mengevaluasi, membuat standar kerja dan berkoordinasi secara rutin. Mereka adalah kekuatan tak berbayar yang sangat efektif.

  1. Ada 3 hal yang sifatnya segera disiapkan dan tidak berlama lama hanya karena urusan birokrasi.

A. Karantina kabupaten atau desa

Kedua hal ini adalah pilihan yang masing masing memiliki kelebihan:

Pusat karantina yang sangat besar di ibukota kabupaten akan menampung semua ODP/PDP gejala ringan atau tanpa gejala dari kecamatan. Hal ini akan menyebabkan desa atau kecamatan asal tetap bersih tanpa kasus tapi kekurangannya kita membutuhkan tempat yang luas, dengan penggunaan anggaran yang besar untuk kebutuhan logistik selama karantina.

Plihan kedua adalah karantina di Desa Desa Tangguh Covid 19, berbasis swadaya masyarakat. Masyarakat menentukan tempat dalam wilayahnya ( bisa memanfaatkan sekolah atau gedung lain) kemudian mendukung secara penuh aktifitas ini sampai persolan logistik harian yang dapat memanfaatkan bekal ketahanan pangan yang sudah disiapkan sebelumnya.

B. RS darurat covid-19

Hal ini harus segera ada agar pasien konfirmasi, PDP dan ODP gejala ringan dapat di evaluasi disini, terbagi dengan pusat karantina jika tidak menamlung sepenuhnya. Tenaga kesehatan disertai dengan APD standar dan mencukupi harus dijamin.

C. RS rujukan

RS rujukan kita Panglima Sebaya harus diperkuat dan didukung sepenuhnya. Fasilitas pendukung harus segera diadakan. Ruang isolasi berkapasitas besar dengan standar baik, APD standar yang mencukupi sampai 3 bulan kedepan dan peralatan diagnostik seperti PCR harus segera dipercepat keberadaannya. SDM yang ada di RS kita sangat mendukung dan sangat kompeten untuk penanganan Covid-19.

  1. Tim lokal pelacak kontak

Tim ini dibahas terpisah tapi sebenarnya masuk dalam item Desa Tangguh Covid-19. Hal ini penting untuk mempercepat tracking kasus sampai ke desa desa. Tim lokal pelacak kontak harus ada di kecamatan sampai desa, agar gerakan tracking bisa lebih gesit dan tidak tergantung dengan tim Dinas Kesehatan, namun dalam bekerja harus berkoordinasi.

  1. Tenaga kesehatan sebagai leader di lapangan.

Karena Covid-19 kasus medis maka sebaiknya tenaga medis ditunjuk oleh Tim Gugus Kabupaten sebagai koordinator lapangan yang dalam bekerja akan berkoordinasi secara cepat dan tepat.

Tenaga medis akan jauh lebih paham lekukan antisipasi ketidakseimbangan agen-host-environment sebagai prinsip dasar penanganan kasus wabah.

Semoga kita semua dikuatkan dalam lindungan Allah dan wabah ini cepat berlalu.

SETIAP ARTIKEL MNEWSIANA MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *