
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Sastrawan dan akademisi Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.
Pria kelahiran 20 Maret 1940 itu adalah salah satu sastrawan besar milik Indonesia yang telah berkreasi sejak remaja. Di usia 17 tahun, sajak yang dia bikin sudah menjadi sajak wajib di pertemuan Kesenian Nasional Indonesia sampai tiga kali.
Kepala Biro Humas dan Kantor Informasi Publik Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia membenarkan kabar meninggalnya Sapardi Djoko Damono.
“Ya, Mas Bapak Sapardi Djoko telah meninggal dunia,”
Amelita saat dikonfirmasi, seperti dilansir dari Kompas.com.
Bermodalkan dua hal itu juga dia mulai mengasah kemampuan dan kesukaannya pada dunia sastra. Alhasil sudah puluhan karya sastra dia terbitkan, mulai dari sajak, syair, hingga puisi.
Sapardi mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) Kraton “Kasatriyan”, lalu ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Solo.
Mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Bahasa Inggris. Tak hanya itu Sapardi juga pernah memperdalam pengetahuan tentang humanities di University of Hawaii, Amerika Serikat, tahun 1970-1971.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Sekitar 18 tahun berselang sang Sastrawan ini mendapat gelar Doktor pada bidang ilmu sastra dengan disertasi yang berjudul “Novel Jawa Tahun 1950-an: Telaah Fungsi, Isi, dan Struktur,”.
Pada 1995 ia dikukuhkan menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia (UI). Peran Sapardi dalam dunia sastra Indonesia bisa dibilang cukup besar.
A Theuw dalam bukunya berjudul Indonesia Modern II yang terbit 1989 mengungkapkan bahwa Sapardi adalah sastrawan dengan karya yang orisinil dan kreatif. (cn)





