
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Minimnya anggaran penanganan Covid-19 yang turun cukup drastis di Kabupaten Paser pada tahun 2021 mendapat sorotan dari Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah.
Wabup mengungkapkan itu saat rapat perdana Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Ketua dan Wakil Ketua 1 yang baru di Ruang Rapat Sadurengas, Rabu (10/3/2021).
“Saya ingin mengetahui kenapa anggaran Covid-19 dipangkas hingga hanya menyisakan 5 miliar dari 30 miliar di tahun sebelumnya,”
Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah
Wabup juga mempertanyakan pola penganggaran Covid-19 pada tahun sebelumnya, sehingga tidak tercantum dalam APBD murni 2021, terutama untuk instansi yang membidangi penangan Covid-19.
“Walaupun ada penurunan anggaran, seharusnya tidak jauh penurunannya dari tahun sebelumnya. Apalagi kita mengetahui pandemi Covid masih terjadi,” ucapnya.

Dia sangat mengapresiasi kinerja Satgas Penanganan Covid-19 yang terus bekerja dengan dana yang minim. Tentunya ini dengan kondisi dana yang kecil akan sangat menyulitkan pengendalian Covid-19 di Paser.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Terkait keluhan lambannya turunnya anggaran penanganan Covid-19 selama tiga bulan terakhir, Dia mengingatkan jajaran dibawahnya tidak menunda pencairan fasilitas dana Covid-19.
“Seharusnya ini bisa ditangani dengan cepat.
Jangan sampai kegiatan Satgas tehambat, bahkan sampai berhutang,” tegas Masitah. (dar)






