
MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa (13/4/2021). Keputusan tersebut berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1442 Hijriah yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Kami menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada tanggal 13 April di Selasa besok pagi. Malam ini bisa melakukan salat tarawah, nanti malam kita makan sahur, setelah subuh kita akan menjalankan puasa,”
Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenag RI, Senin (12/4/2021)
Yaqut mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan laporan dari 13 orang yang menyaksikan bahwa hilal sudah terlihat. Sidang Isbat juga berjalan baik tanpa ada perbedaan pendapat.

Lebih lanjut, Yaqut mengucapkan selamat beribadah puasa kepasa masyarakat beragama muslim. Dia juga meminta agar masyarakat tetap menjaga ketenangan selama bulan Ramadan.
“Mari kita ciptakan suasana Ramadan ini dengan kekhusukan, ketenangan tanpa kita ciderai dengan hal-hal yang justru mengganggu kita dari hikmah Ramadan,” katanya.
Baca Juga :
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
- Paser Percepat Pembangunan Venue Porprov VIII 2026
- Porprov VIII Kaltim Dipastikan Digelar 14–27 November 2026, Paser Pasang Target Juara Umum
- Tinjau Paser, Pangdam Mulawarman Pastikan Situasi Kondusif dan Program TNI Berjalan
- Tiga Kursi Strategis Pemkab Paser Terisi, Fahmi Fadli Targetkan Kinerja Lebih Cepat dan Efektif
Sebagai informasi, Sidang Isbat dibagi dalam tiga sesi. Pertama, diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1442 Hijriah oleh anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama. Kemenag sendiri sudah menetapkan pos pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang tersebar di 86 titik pemantauan di 34 Provinsi di Indonesia.
Tahap kedua, sidang isbat digelar secara tertutup. Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat oleh Menteri Agama. Sidang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas melalui aplikasi daring. (era)






